BLANGPIDIE (Waspada.id): Alarm kedisiplinan aparatur pelayanan publik di Aceh Barat Daya (Abdya) kembali berbunyi.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, Sardiman, mendapati sejumlah perawat dan guru, tidak berada di tempat, atau mangkir dari tugas, saat jam kerja masih berlangsung, dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Senin (2/3).
Politisi Partai Aceh yang akrab disapa Tgk Panyang itu menyasar sejumlah Puskesmas serta sekolah tingkat SD dan SMP. Sidak dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dan proses belajar mengajar tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan.
Namun, temuan di lapangan berbicara lain. Sardiman memeriksa daftar absensi satu per satu, lalu mencocokkannya dengan kondisi riil di ruangan pelayanan dan ruang kelas. Hasilnya, beberapa tenaga kesehatan dan pendidik tidak terlihat di lokasi, meski waktu kerja belum berakhir.
“Kita tidak ingin ada pembiaran. Ramadan bukan alasan untuk mengendurkan disiplin. Pelayanan kesehatan menyangkut nyawa, pendidikan menyangkut masa depan generasi. Ini sektor vital,” tegasnya.
Ia menilai, ketidakhadiran tanpa keterangan jelas bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan bentuk pengabaian tanggung jawab terhadap masyarakat. Terlebih, puskesmas dan sekolah adalah garda terdepan pelayanan dasar pemerintah.
Menurut Sardiman, Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesehatan, tidak akan menutup mata terhadap persoalan kedisiplinan. Ia memastikan temuan tersebut segera dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Kepala puskesmas dan kepala sekolah harus memperketat pengawasan internal. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Kalau disiplin longgar, yang dirugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyesuaian jam kerja selama Ramadan telah diatur secara resmi, sehingga tidak ada alasan bagi aparatur untuk meninggalkan tugas tanpa prosedur yang jelas.
Sidak ini lanjutnya, merupakan bagian dari fungsi kontrol legislatif, agar pelayanan publik di Abdya, tetap berada pada standar yang semestinya.
DPRK kata dia, tidak ingin kepercayaan masyarakat tergerus hanya karena lemahnya pengawasan dan komitmen aparatur. “Pengawasan akan terus kami lakukan. Jangan sampai ada yang menganggap sidak ini hanya seremonial. Kami serius menjaga pelayanan publik tetap maksimal,” pungkas Sardiman.(id82)












