Aceh

Sinkronisasi Pembangunan Abdya 2027, Wabup Zaman Akli Tekankan Program Berdampak Nyata

Sinkronisasi Pembangunan Abdya 2027, Wabup Zaman Akli Tekankan Program Berdampak Nyata
Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, membuka Forum Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan RKPD 2027 di aula Bapperida, Blangpidie, Selasa (30/3).Waspada.id/Syafrizal 
Kecil Besar
14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya), mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027, melalui Forum Lintas Perangkat Daerah, yang digelar, Selasa (31/3), di aula Bapperida setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting, dalam rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli. Forum ini diikuti oleh para asisten, staf ahli, kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), hingga para camat se-Abdya.

Dalam arahannya, Zaman Akli menegaskan bahwa forum lintas perangkat daerah, memiliki peran strategis dalam merumuskan program pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran. “Forum ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai usulan pembangunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum tersebut menjadi ruang sinkronisasi, antara kebutuhan masyarakat yang dihimpun melalui Musrenbang desa dan kecamatan, dengan perencanaan teknokratis perangkat daerah.

Menurutnya, tema pembangunan Abdya tahun 2027, difokuskan pada penguatan infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sektor unggulan berbasis teknologi. 

Tema tersebut, kata dia, menuntut perencanaan yang terukur dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Zaman Akli juga menekankan tiga prioritas utama pembangunan.

Pertama, pembangunan infrastruktur yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, seperti jalan pertanian, jaringan irigasi, serta sarana distribusi hasil unggulan.

Kedua, transformasi teknologi di sektor strategis, meliputi pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), guna meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Ketiga, pemerataan pembangunan ekonomi kerakyatan, dengan memastikan setiap program benar-benar menyentuh masyarakat yang masih tertinggal.

Selain itu, ia meminta seluruh program yang diusulkan harus memiliki indikator kinerja yang jelas serta terintegrasi dalam sistem perencanaan nasional.

Zaman Akli juga mengingatkan tim teknis, agar bekerja secara serius dengan menggunakan data yang akurat, serta berani mengevaluasi dan mencoret usulan yang tidak sejalan dengan arah pembangunan daerah. “Pertahankan hanya program yang memiliki daya ungkit nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.(id82)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE