BLANGPIDIE (Waspada.id): Upaya peningkatan mutu dan pemerataan akses pendidikan tinggi, terus diperkuat melalui kebijakan di tingkat satuan pendidikan.
Sejalan dengan agenda nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia, SMAN 1 Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan Bimbingan Belajar Intensif UTBK-SNBT dan Sekolah Kedinasan bagi seluruh siswa kelas XII.

Kegiatan bertema “Menggapai PTN Impian melalui Bimbingan Belajar” ini berlangsung pada 9 hingga 14 Februari 2026, di lingkungan SMAN 1 Abdya, diikuti 235 siswa kelas XII dari seluruh jurusan. Program ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Lembaga Bimbingan Belajar “Pak Manaf” Banda Aceh, dengan fokus pada pembelajaran intensif dan pelaksanaan try out terukur.
Kepala SMAN 1 Abdya, Herni Arfida menegaskan, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah, dalam menerjemahkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan ke dalam langkah konkret dan berdampak langsung bagi peserta didik. “Sekolah tidak boleh berhenti pada pembelajaran reguler. Kami harus memastikan siswa memiliki kesiapan akademik, strategi dan mental yang memadai, untuk bersaing masuk perguruan tinggi negeri dan sekolah kedinasan, yang seleksinya semakin kompetitif,” ujar Herni Arfida.

Menurutnya, bimbingan belajar ini dirancang untuk menjawab tantangan seleksi UTBK-SNBT dan kedinasan, yang berbasis penalaran tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), literasi, numerasi, serta kemampuan analisis karakter soal, yang menuntut kesiapan di luar pola belajar konvensional.
Program bimbingan belajar difokuskan pada pendalaman konsep, pembiasaan latihan soal berbasis waktu, simulasi ujian berbasis komputer, serta penguatan strategi pengerjaan soal dan manajemen waktu.

Selain itu, dilakukan pemetaan kemampuan siswa dan evaluasi berkala guna memastikan setiap peserta memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya. “Banyak siswa sebenarnya memiliki potensi, tetapi gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena kurang latihan terarah dan strategi. Di sinilah peran sekolah untuk hadir dan menjembatani,” jelas Herni Arfida.
Ia berharap, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kelulusan ke perguruan tinggi bergengsi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, percaya diri dan siap bersaing secara sehat.
Sementara itu, Plt Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh Wilayah Abdya, Irma Suryani, mengapresiasi langkah SMAN 1 Abdya, yang dinilainya sejalan dengan arah kebijakan peningkatan kualitas pendidikan menengah di Aceh. “Program bimbingan belajar intensif ini, menunjukkan bahwa sekolah mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan publik di bidang pendidikan. Ini adalah investasi strategis dalam menyiapkan generasi muda Abdya yang kompeten dan berdaya saing nasional,” kata Irma Suryani.
Ia berharap model pendampingan akademik yang diterapkan SMAN 1 Abdya, dapat direplikasi oleh sekolah lain, sehingga peningkatan akses ke perguruan tinggi berkualitas, tidak hanya dinikmati oleh sebagian kecil siswa, tetapi menjadi kesempatan yang lebih merata.
Melalui pelaksanaan bimbingan belajar intensif ini, SMAN 1 Abdya, menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman, berorientasi pada mutu, serta konsisten mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan.(id82)











