Soal Banjir, Ketua Nasdem Minta Anggota DPRA Dapil 9 Bersuara

- Aceh
  • Bagikan
Soal Banjir, Ketua Nasdem Minta Anggota DPRA Dapil 9 Bersuara

SUBULUSSALAM (Waspada): Ketua Partai Nasdem Kota Subulussalam minta anggota DPRA Dapil 9 Aceh buka suara soal fakta banjir yang kerap melanda sejumlah daerah di empat kabupaten/kota di Aceh yang hingga kini belum berakhir.

Pasalnya, bencana banjir sudah sangat meresahkan masyarakat di Kecamatan Sultan Daulat, Rundeng dan Longkib Kota Subulussalam, termasuk banjir bandang di Aceh Tenggara, Aceh Selatan dan Aceh Singkil. 

“Bencana ini sudah cukup lama. Banjir bandang menerjang rumah warga sehingga terpaksa mengungsi, hujan juga nyaris belum berhenti”, pesan Ketua Nasdem, Jaminuddin Berutu, S.PdI, M.Si (foto) kepada Waspada, Senin (4/12) melihat fenomena banjir yang belum surut di sejumlah titik di empat kabupaten/kota tersebut.

Menurut Jaminuddin yang Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRA Aceh 2024 ini, mencermati musibah banjir di penghujung Aceh bagian selatan dan tenggara yang melanda empat kabupaten/kota, dipastikan perlu penanganan lebih serius.

Soal Banjir, Ketua Nasdem Minta Anggota DPRA Dapil 9 Bersuara
BANJIR di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Aceh belum surut secara merata, disusul curah hujan acap terjadi sore. (Waspada/Ist)

Selain khawatir menelan korban jiwa, kerugian usaha, tanaman tua/muda, toko sembako, pedagang dan biro perjalanan terganggu atau lumpuh, di sisi kemampuan pemerintah daerah terbatas, maka sembilan anggota DPRA asal Kabupaten Aceh Selatan, Singkil, Abdya dan Subulussalam perlu mendesak Gubernur Aceh menjadikan daerah ini darurat banjir.

“Jangan jadi penonton, perlu penanganan ekstra dan serius dari Pemerintah Aceh”, pesan Jamin, sebut pasca banjir masyarakat menunggu tindakan nyata para wakil rakyat, bersuara lantang ke Gubernur Aceh di Gedung DPRA, bukan melalui media sosial ataupun media lain.

Jamin mengamati, tidak ada anggota DPRA Dapil 9 bersuara terkait banjir, padahal banjir belum reda. Di sisi lain, video dan foto-foto postingan warga banyak, tidak hanya sebatas foto, narasi keluhan warga bahkan tampak melalui video dan foto-foto.

Ditegaskan, fakta setiap tahun dua atau tiga kali terjadi banjir, bahkan sudah menjadi langganan khusus di Daerah Aliran Sungai (DAS), warga terdampak nyaris tidak bisa berbuat, kecuali pasrah berharap perhatian pemerintah. 

“Karena banjir merata dan bermusim, anggota DPRA sejak terpilih, 2019 mestinya sudah menggagas serta menyuarakan ide mengatasi atau solusi banjir sehingga Pemerintah Aceh bersikap”, pesan Jamin.

Sikap itu antara lain, Pembuatan Kanal di Lae Mate Lama dan Bulu Sema, sehingga bias banjir semakin berkurang.

Meski para anggota DPRA dimaksud belum pernah menyuarakan soal ini, mantan Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam ini menilai belum terlambat. 

Dikatakan, jika rakyat bersuara hanya sebatas melalui media sosial, maka kapasitas DPRA bisa memanggil Gubernur, Kepala Dinas atau pihak lain untuk melakukan eksekusi, misalnya terkait banjir di sana.

Masyarakat disebut berharap penuh kepada anggota DPRA, khususnya empat orang asal kota ini untuk menyuarakan di gedung DPRA agar Pemerintah Aceh menetapkan Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Selatan dan Singkil sebagai daerah darurat bencana banjir agar segera dan tuntas dilakukan penanganan oleh pemerintah.

“Wakil rakyat yang duduk di DPRA punya kapasitas menyampaikan keluhan dan permasalahan rakyat di gedung Parlemen Aceh”, kata Jamin. (b17)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *