Aceh

Tanggul Jebol Akibat Banjir Belum Diperbaiki: Hujan Lebat Dan Luapan Air Sungai Masih Rendam Pemukiman Warga

Tanggul Jebol Akibat Banjir Belum Diperbaiki: Hujan Lebat Dan Luapan Air Sungai Masih Rendam Pemukiman Warga
Luapan air Sungai Tamiang akibat tanggul jebol yang belum diperbaiki di wilayah hilir, tepatnya Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Kamis (1/1). (Waspada.id/Yusri)
Kecil Besar
14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id) : Kerusakan sejumlah titik tebing tanggul akibat banjir bandang November 2025 lalu yang berada di wilayah hilir Kabupaten Aceh Tamiang dan belum dilakukan perbaikan sehingga masih menuai kegelisahan bagi warga.

Pasalnya, saat hujan lebat di bagian hulu dan air sungai debit tinggi sehingga luapan air sungai yang mengalir di bagian hilir memasuki kembali pemukiman masyarakat, terutama titik tanggul yang jebol berada di Kampung Raja, Kecamatan Bendahara dan menyambung hingga Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Muhammad Daud akrab disapa Wak Bedol salah seorang tokoh pemuda Kemukiman Bendahara Hilir kepada Waspada.id Jumat (2/1) mengatakan, warga di daerah ini masih dibayang – bayangi dengan air banjir saat hujan lebat, meskipun tidak seganas banjir bandang.

Disampaikannya, luapan air Sungai Tamiang ini terjadi pada Kamis 1 Januari 2026 kemarin dan mengenangi pemukiman warga Kampung Raja, Kecamatan Bendahara. “Luapan iar tersebut karena titik tanggul jebol belum dilakukan perbaikan,” ujar Wak Bedol.

Disebutkannya, jebolnya tanggul akibat banjir bandang pada akhir November 2025 di Kecamatan Bendahara meliputi beberapa titik yaitu, di Kampung Raja, Kampung Lubuk Batil, dan Kampung Marlempang.

“Apabila intensitas hujan di wilayah hulu tinggi mengakibat kampung – kampung yang berada di Kecamatan Bendahara bisa terendam kembali,” ungkap Wak Bedol sembari bermunajat kepada Allah SWT semoga seluruh masyarakat daerah ini kuat dan tabah dalam menghadapi ujian yang diberikan.

Wak Bedol mengungkapkan, bahwa tanggul – tanggul yang bangun oleh pemerintah kini sudah banyak yang rendah sehingga tidak sanggup menahan debit air sungai kiriman dari wilayah hulu.

“Kami masyarakat di wilayah hilir sangat berharap kepada Pemerintah Aceh Tamiang, Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat untuk segera mungkin mencari solusi konkrit dalam penangganan tanggul jebol tersebut.

Apabila tidak ditangani dengan secepatnya, maka kampung – kampung yang berada di wilayah hilir akan kembali terkena banjir di akibat saat ini masih tingginya curah hujan,” pungkas Wak Bedol. (id76)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE