Aceh

Tasyakuran Capaian Kinerja 2025, PT CMN Langsa Santuni Anak Yatim dan Peringati Isra Mikraj

Tasyakuran Capaian Kinerja 2025, PT CMN Langsa Santuni Anak Yatim dan Peringati Isra Mikraj
Direktur PT CMN, Ernawati, SE, Komisaris PT CMN, Ir Said Mahdum Majid, Al Ustadz Rinal Hardiansyah, S,Pd dari Aceh Tamiang, Kabag Operasional PT CMN, Kabag Komersil PT CMN, Kepala Rumah Sakit saat memberikan santunan kepada anak yatim atas capaian kinerja tahun 2025 di halaman Musholla Darul Hikmah depan RSU Cut Meutia Langsa, Jumat (23/01/2026).Waspada.id/Munawar
Kecil Besar
14px

LANGSA (Waspada.id): Tasyakuran atas capaian kinerja tahun 2025, PT Cut Meutia Medika Nusantara (CMN) memberikan santunan kepada anak yatim sekaligus memperingati Isra Mikraj 1447 H di halaman Musholla Darul Hikmah depan RSU Cut Mutia Langsa, Jumat (23/01/2026).

Hadir saat itu, Direktur PT CMN, Ernawati, SE, Komisaris PT CMN, Ir Said Mahdum Majid, Al Ustadz Rinal Hardiansyah, S,Pd dari Aceh Tamiang, Kabag Operasional PT CMN, Kabag Komersil PT CMN, Kepala Rumah Sakit, para Dr Spesialis, IKBI, KCM I II III RSUCM, Ketua Kopkar Mon Madu serta para karyawan-karyawati PT CMN serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Direktur PT CMN, Ernawati, SE menyampaikan, kegiatan syukuran ini kita laksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt atas capaian kinerja yang telah diraih oleh perusahaan.

Lanjutnya, kegiatan tasyakuran ini kita laksanakan guna mempererat silaturrahmi diantara kita sesama karyawan dan karyawati PT CMN dan terima kasih untuk semuanya.

“Insyaallah mudah-mudahan pada tahun 2026 ini kita bisa lebih baik lagi, lebih sukses lagi dan melebihi target dari tahun-tahun sebelumnya,” urai Bu Nana, sapaan akrab Ernawati.

Nana berharap, kepada seluruh karyawan untuk saling support dan kompak selalu. Tidak ada keberhasilan satu bidang tanpa ada dukungan dari bidang lainnya. “Semoga PT CMN ke depannya agar lebih baik dan maju lagi,” tandasnya.

Sementara, Al Ustadz, Rinal Hardiansyah, S,Pd dalam tausyiahnya menyampaikan sekilas tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw untuk menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Allah Swt.

Sambungnya, Isra Mikraj terjadi ketika Nabi Muhammad Saw sedang dalam puncak penderitaan, puncak kesusahan dan puncak ketidaktentuan. Karena itu, Isra Mikraj disebut ‘Amul Huzni, yaitu tahun kesedihan.

“Jadi, disebut tahun kesedihan karena selama perjalanan kehidupan Rasulullah selalu diuji oleh Allah Swt dengan berbagai cobaan,” ujar Ustadz Rinal.

Di akhir ceramahnya, mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta memperbaiki kualitas ibadah serta mampu meneladani nilai-nilai Isra Mikraj serta akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari yang ditutup dengan doa. (Id75)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE