TAPAKTUAN (Waspada.id): Perhelatan Konferensi Kabupaten (Konferkab) IV PWI Aceh Selatan yang akan berlangsung di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Sabtu (28/2/2026) mendatang mulai menghangat.
Dua bakal calon yang saling mengklaim memiliki basis dan kantong suara pendukung yang sama-sama kuat, masing-masing memastikan telah mendaftarkan diri di Sekretariat Panitia Kantor PWI Aceh Selatan, Jalan Merdeka, Tapaktuan.
Ini sekaligus sebagai tanda bahwa tahapan Konferensi Kabupaten PWI Aceh Selatan yang penuh demokratis dan terbuka resmi dimulai.
Sejak pendaftaran resmi dibuka pada 13 – 19 Februari 2026 lalu, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Aceh Selatan, Sudirman Hamid memantapkan tekad mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh Selatan pada Selasa (17/2/2026) sekira pukul 09.40 WIB.
Berkas pendaftaran secara resmi diterima anggota panitia Atik dan Zumardi di Sekretariat Panitia Kantor PWI Aceh Selatan.
“Pagi tadi sekitar pukul 09.40 WIB, saudara Sudirman Hamid telah menyerahkan berkas pencalonan sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh Selatan. Berkas sudah kami terima,” ujar Bendahara Panitia, Dahyati, didampingi anggota panitia Zumardi.
Dalam hitungan beberapa jam menjelang penutupan pendaftaran, anggota PWI Aceh Selatan, Muhammad Taufik Zas juga memastikan tekad kuat dan bulat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh Selatan.
Sebagai penantang Sudirman Hamid, Taufik datang mendaftarkan diri di Kantor PWI Aceh Selatan, Jalan Merdeka, Tapaktuan, Kamis (19/2/2026) sore.
Pendaftaran Taufik Zas turut didampingi beberapa anggota PWI Aceh Selatan sebagai bentuk dukungan serta kebersamaan dalam proses demokrasi organisasi.
Berkas pencalonan diterima langsung oleh Ketua Panitia Konferkab PWI Aceh Selatan, Yurisman, didampingi Sumardi selaku panitia, untuk selanjutnya diverifikasi sesuai mekanisme organisasi.
Yurisman menyampaikan, hingga batas akhir pendaftaran pada 19 Februari 2026, hanya dua bakal calon yang telah resmi mendaftar sebagai kandidat Ketua PWI Aceh Selatan, yakni Muhammad Taufik Zas dan Sudirman Hamid.
“Seluruh berkas pendaftaran akan diverifikasi sesuai ketentuan PD/PRT PWI serta aturan Konferkab sebelum ditetapkan sebagai calon resmi,” ujarnya.
Sebelumnya, panitia telah membuka pendaftaran bakal calon Ketua PWI Aceh Selatan periode 2026–2029 sejak 13 Februari dan resmi ditutup pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 17.00 WIB, di Kantor PWI setempat.
Tahapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Konferkab IV PWI Aceh Selatan berdasarkan Surat Nomor: 002/PK-PWI-AS/2026, dengan agenda sosialisasi pada 11–12 Februari 2026 dan masa pendaftaran 13–19 Februari 2026.
Dalam keterangannya, Taufik Zas menyatakan dinamika organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengajak seluruh anggota tetap menjaga suasana kondusif serta menjunjung tinggi etika dan aturan organisasi.
“Kita berharap seluruh proses berjalan sesuai mekanisme organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya merupakan keputusan bersama melalui forum Konferkab,” ujarnya.
Ia menegaskan pencalonannya merupakan bentuk partisipasi dan komitmen untuk menjaga profesionalisme, integritas, serta marwah PWI sebagai rumah bersama wartawan.
Taufik juga mengajak seluruh anggota menjadikan Konferkab sebagai momentum konsolidasi organisasi dengan tetap mengedepankan persaudaraan dan etika profesi.
Sementara itu, anggota senior PWI Aceh Selatan, Heriansyah, menegaskan Konferkab merupakan forum resmi organisasi yang harus dijaga bersama. Hal senada disampaikan mantan Ketua PWI Aceh Selatan, Yunardi M. Is, yang mengingatkan pentingnya menghormati mekanisme organisasi sesuai PD/PRT PWI.
Konferkab PWI Aceh Selatan dijadwalkan berlangsung di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, pada 28 Februari 2026. Forum ini menjadi pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten untuk menetapkan kepemimpinan organisasi secara demokratis sesuai aturan yang berlaku di lingkungan PWI. (id85)











