ACEH BESAR (Waspada.id): Pertanyaan tentang tujuan hidup merupakan hal mendasar dalam kehidupan manusia. Al-Qur’an memberikan jawaban yang jelas. Dalam hal ini, Allah Swt berfirman: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56). Karena itu, beribadah kepada Allah Swt tujuan utama penciptaan manusia.
Ketua Ittihadul Mubalighin Nanggroe Aceh Darussalam (Imnad) Aceh Besar, Tgk. Qamaruzzaman MBS, (foto) menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Besar Al Ittihadiyah Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, pada Jumat (09/01/26), bertepatan dengan 20 Rajab 1447 Hijriah.
Dalam khutbah tersebut, ia mengupas hikmah penciptaan manusia menurut Al-Qur’an.
Ia menjelaskan, ibadah tidak hanya terbatas pada shalat, puasa, zakat, dan ibadah ritual lainnya, tetapi juga mencakup aktivitas sehari-hari yang diniatkan karena Allah dan dilakukan sesuai tuntunan syariat.
Selain beribadah, manusia juga diciptakan menjadi khalifah di muka bumi. Hal ini ditegaskan, dalam firman Allah Swt: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 30). Peran khalifah tersebut mengandung amanah besar: menjaga bumi, memakmurkannya, menegakkan kebaikan serta mencegah kerusakan.
Menurutnya, ketika manusia berbuat zalim, merusak alam, atau melupakan Allah, maka ia telah keluar dari tujuan asal penciptaannya.
Hikmah penciptaan manusia berikutnya adalah ujian. Tgk. Qamaruzzaman mengutip firman Allah Swt dalam QS. Al-Mulk ayat 2: “Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.”
Dengan demikian, kondisi hidup yang senang maupun susah merupakan bagian dari proses pengujian keimanan dan ketaatan manusia.
Ia mengajak jamaah untuk mengevaluasi kembali tujuan hidup. “Jangan sampai kita sibuk mengejar dunia, namun lalai dari ibadah dan ketaatan kepada Allah,” ujarnya.
Tgk. Qamaruzzaman mengingatkan, umat Islam untuk meluruskan niat, memperbaiki amal, serta menjadikan seluruh aktivitas bernilai ibadah.
“Persiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat, karena di sanalah tempat kembali kita yang sesungguhnya,” pesannya.(id66)











