Tgk Yusran Hadi: Kita Patut Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadan Agar Ibadah Kita Maksimal Dan Sukses

- Aceh
  • Bagikan
Tgk Yusran Hadi: Kita Patut Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadan Agar Ibadah Kita Maksimal Dan Sukses

BANDA ACEH (Waspada): Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh Dr. Tgk. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA. menjelaskan beberapa persiapan yang patut dilakukan oleh keluarga muslim dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan.

“Tak terasa kita berada pada bulan Sya’ban. Sebentar lagi kita akan kedatangan bulan suci Ramadhan. Maka sudah sepatutnya kita melakukan berbagai persiapan dalam rangka menyambut Ramadhan. Agar ibadah yang kita lakukan bisa maksimal dan sukses.

Ibarat sosok tamu yang agung, kedatangan bulan Ramadan disambut dengan perasaan gembira dan suka cita oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Karena, tamu ini membawa keberkahan dan pengampunan serta berbagai keutamaan lainnya. Setelah sekian lama berpisah, maka tamu yang agung ini ditunggu-tunggu dan dielu-elukan kedatangannya dengan penuh kegembiraan dan kerinduan,” ungkap Ustadz Yusran di Banda Aceh, Senin (04/03/24).

Kata dia, sudah sepatutnya setiap muslim mempersiapkan diri menyambut kedatangan Ramadan. Persiapan menyambut Ramadan sangat penting dan perlu dilakukan, agar kita dapat kita dapat memanfaatkan dan menyukseskan Ramadan kita dengan sebaik mungkin dengan beribadah yang maksimal.

Menurut Tgk Yusran yang juga Ketua bidgar PW Persis Aceh, untuk menyambut kedatangan Ramadan, maka kita perlu melakukan berbagai persiapan baik dari segi fisik maupun jiwa, jasmani maupun rohani, dan materi maupun moril. Sehingga kita benar-benar siap dalam memanfaatkan dan menyukseskan Ramadan yang akan datang ini.

Di antara persiapan menyambut kedatangan Ramadan yang penting dan perlu dilakukan yaitu:

Pertama, memperbanyak puasa dan amal shalih lainnya. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah saw berpuasa sunnat sehingga kami mengira beliau sering berpuasa. Terkadang pula beliau tidak puasa sehingga kami mengira beliau jarang berpuasa. Maka aku belum pernah melihat Rasulullah berpuasa selama sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan tidak pula melihat Rasulullah paling sering berpuasa melainkan pada bulan Sya’ban. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Aku bertanya kepada kepada Rasulullah, ” Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa dalam suatu sebulan dari bulan-bulan semuanya seperti engkau berpuasa (paling sering) pada bulan Sya’ban.. Rasulullah bersabda, “Bulan Sya’ban itu bulan yang dilalaikan oleh orang-orang, berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan ini merupakan bulan yang diangkat amalan-amalan padanya kepada rabb semesta alam (Allah). Maka aku suka amalanku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (Hr. An-Nasa’i, Abu Daud, dan Ahmad).

Memperbanyak puasa sunnat dan amal shalih lainnya di bulan Sya’ban merupakan pemanasan sebelum kita memasuki Ramadan. Karena pada bulan Ramadhan ini kita berpuasa Ramadan setiap hari selama sebulan penuh. Selain itu, dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih seperti shalat Tarawih, tahajud, witir, dan tadarus Alquran. Kita melakukan semua ibadah tersebut untuk meraih berbagai keutamaan Ramadan. Semua ini kerja berat yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan fisik serta kesabaran.

Kedua, mempelajari fiqhu ash-shiyaam (Fiqh puasa). Seorang muslim wajib mempelajari Fiqh ibadah sehari-harinya, termasuk puasa,. Tujuannya adalah untuk mengetahui cara berpuasa yang benar yaitu sesuai dengan petunjuk (sunnah) Rasul shallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan ilmu, maka suatu ibadah dapat dilakukan dengan cara yang benar sehingga diterima oleh Allah ta’ala.

Suatu ibadah jika dikerjakan tidak sesuai dengan petunjuk Rasul shallahu ‘alaihi wa sallam maka tidak akan diterima oleh Allah ta’ala. Agar ibadah diterima Allah ta’ala, maka seseorang wajib beribadah sesuai dengan petunjuk Rasul shallahu ‘alaihi wa sallam.

Persiapan ilmu ini wajib dilakukan oleh seorang muslim ketika memasuki bulan Ramadan. Dengan mempelajari Fiqh puasa maka ia dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan hukum puasa seperti rukun puasa, sunat atau adab puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan sebagainya. Maka, sudah sudah sepatutnya menjelang kedatangan Ramadan, seorang muslim memperbanyak membaca buku tentang puasa Ramadan dan ibadah lainnya yang berkaitan dengan bulan Ramadan seperti salat tarawih, i’tikaf dan tadarus Alquran.

Ketiga, memberi kabar gembira dengan kedatangan bulan Ramadan kepada umat Islam. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasul shallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau senantiasa memberi kabar gembira menjelang kedatangan Ramadan. Beliau memberi kabar mengenai kepada para sahabat beliau dengan menjelaskan berbagai keutamaan bulan Ramadan.

Banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadan. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberi motivasi dan semangat kepada umat Islam dalam beribadah di bulan Ramadan.

Keempat, menjaga kesehatan dan stamina fisik. Persiapan fisik agar tetap sehat dan kuat pada bulan Ramadan sangat penting. Mengingat kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik dan penuh semangat. Namun sebaliknya bila seseorang sakit, maka ibadahnya sangat terganggu dan tidak semangat.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pergunakanlah lima (kesempatan) sebelum (datang) lima (kesempatan lain);: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim)

Oleh karena itu, menjelang kedatangan bulan Ramadan, maka kesehatan dan stamina fisik mesti diperhatikan dan dijaga. Makan harus teratur. Pola makan yang sehat harus dijaga. Selain itu, istirahat harus cukup.

Kelima, membersihkan rumah dan lingkungan. Islam memerintahkan kita untuk selalu hidup bersih dan sehat. Hal ini terbukti dengan perintah Islam untuk berthaharah (membersihkan) baik badan maupun tempat ibadah. Bahkan menjadi wajib ketika ketika kita mau salat atau melakukan ibadah lainnya semisalnya.

Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, maka kita perlu menjaga kebersihan di rumah dan di sekitar lingkungan kita. Bila kita kedatangan tamu ke rumah kita atau ke desa kita, maka kita sibuk membersihkan rumah dan lingkungan kita. Bahkan rumah atau desa dihias sedemikian rupa, agar tampak indah dan bersih. Maka, begitu pula sepatutnya kita menyambut bulan Ramadan karena Ramadan ibarat tamu yang agung dan mulia yang datang setahun sekali.

Terlebih lagi, bulan Ramadan adalah bulan ibadah. Tentu kita menginginkan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk dalam shalat lima waktu dan tarawih. Allah berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya.” (Al-Mukminun: 1-2).

Keenam, persiapan finansial (keuangan). Bulan Ramadan merupakan bulan amal shalih. Di antara shalih-shalih yang sangat digalakkan pada bulan Ramadan adalah berinfak dan bersedekah. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam . Maka, sudah sepatutnya seorang muslim dalam Ramadan mengikuti kedermawanan Rasulullah saw.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan sikap kedermawanannya semakin  bertambah pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril menemuinya untuk mengajarkan Alquran kepadanya. Dan biasanya Jibril mendatanginya setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mengajari Alquran. Sungguh Rasulullah sangat dermawan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Agar dapat memanfaatkan keberkahan bulan Ramadan, maka sepatutnya seorang muslim menyiapkan sebahagian hartanya sebelum kedatangan bulan Ramadan untuk diinfakkan dan disedekahkan pada bulan Ramadan nantinya. Selain itu, persiapan finansial ini juga sangat bermanfaat untuk keperluan bersahur dan berbuka puasa. Terlebih lagi bila ingin menu berbuka puasa mencukupi dan sesuai dengan standar gizi yang diperlukan oleh tubuh kita.

Tgk Yusran yang juga Wakil Ketua Majelis Pakar PW Parmusi Aceh ini mengajak umat Islam untuk menyambut kedatangan bulan Ramadan dengan rasa gembira dan syukur dan memperbanyak ibadah padanya.

“Mari kita sambut kedatangan bulan Ramadan dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur. Mari kita raih berbagai keutamaan yang dibawa oleh Ramadan dengan melakukan berbagai amal shalih pada bulan Ramadan sesuai sunnah atau petunjuk Rasul shallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita dipertemukan oleh Allah ta’ala dengan bulan Ramadan dan semoga ibadah kita di bulan Ramadan ini diterima oleh Allah ta’ala,” pungkasnya.(b02)

  • Bagikan