ACEH TAMIANG (Waspada.id): Prasarana maupun fasilitas untuk perkantoran di jajaran Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang hingga memasuki tiga bulan lamanya pascabencana banjir yang melanda daerah tersebut, dan hingga saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan.
Pasalnya, bangunan kantor dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Aceh Tamiang yang terendam banjir bandang November 2025 lalu, kini butuh perbaikan atau pengrehapan, begitu juga halnya mobiler dan alat kerja yang berada di kantor – kantor jajaran pemerintahan setempat telah rusak dan hancur terendam air banjir.
Ironisnya, berjalan tiga bulan lamanya, belum ada tanda-ttanda perbaikan dan pengadaan kebutuhan alat penunjang kerja bagi pegawai guna memberikan pelayanan publik, serta berjalannya roda organisasi (OPD) secara maksimal seperti sebelumnya.
Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar terkait hal tersebut pada Selasa (4/3) membenarkan, rata-rata bangunan kantor dinas terendam banjir. “Masih terkendala anggaran untuk melakukan perbaikan bangunan kantor, termasuk juga pengadaan mobiler dan prasarana lainnya sesuai kebutuhan dari masing-masing instansi,” ujarnya.
Syuibun Anwar mengemukakan, Pemkab Aceh Tamiang sangat berharap anggaran efesiensi tahun 2026 yang sudah dilakukan pemotongan dapat dikembalikan ke daerah. “Ada sekitar Rp64 miliar, bila anggaran ini dikembalikan, baru bisa daerah melakukan perbaikan dan pemenuhan berbagai kebutuhan dari OPD-OPD yang kini tidak ada fasilitas,” sebutnya.
Berdasarkan informasi dari Kepala BPKD Aceh Tamiang, Syuibun mengungkapkan, dari surat edaran Menteri Keuangan, bahwa dana efisiensi tersebut tidak dikembalikan untuk Aceh Tamiang, belum diketahui pasti alasannya. “Mungkin ada bantuan dalam bentuk lainnya dari pusat,” terang Plt Sekda.
Plt Sekda menyebutkan, para pegawai tetap masuk kerja dan beraktivitas seperti biasanya, tapi kendalanya sampai di kantor tidak ada prasarana yang bisa digunakan guna mendukung dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. “Meski saat ada kebutuhan administrasi yang diminta,para pegawai dari OPD tetap memenuhi walaupun di tengah kondisi serba sulit,” ucap Syuibun seraya bertanya juga,apakah kondisinya normal-normal saja,tentu saja ini belum dan berharap pemerintah pusat dapat membantu anggaran untuk pengrehaban kantor dinas serta pengadaan prasarana pendukung operasional masing-masing OPD. (Id76)












