BANDA ACEH (Waspada.id): Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh menyebabkan sejumlah desa dan dusun di beberapa kabupaten dinyatakan hilang. Permukiman warga lenyap terseret arus, memaksa penduduk mengungsi dan menghentikan sementara roda pemerintahan desa.
Berdasarkan data kompilasi pemerintah daerah yang dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, desa dan dusun yang terdampak tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.
“Total 22 wilayah dilaporkan hilang sepenuhnya akibat tergerus banjir dan longsor, sementara lainnya mengalami kerusakan berat,” ujar Murthalamuddin, Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Hidrometerlogi Aceh, Selasa (6/1/2025).
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Kecamatan Sekerak, sejumlah desa seperti Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang, beberapa dusun dilaporkan tidak lagi memiliki wilayah permukiman karena terseret arus banjir dan longsor. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Sawang dan Langkahan, di mana satu dusun di Desa Gunci serta desa Dudun Rayeuk dan Pungke dinyatakan hilang.
Bencana juga melanda Kabupaten Nagan Raya. Di Kecamatan Kuta Teungoh, Desa Beutong Ateuh Banggalang dilaporkan lenyap akibat banjir bandang, sementara di Kecamatan Babah Suak hanya tersisa beberapa rumah dalam kondisi rusak.
Di Aceh Tengah, sejumlah desa di Kecamatan Ketol dan Bintang mengalami kerusakan berat, dengan sebagian rumah tidak lagi layak huni.
Di wilayah Gayo Lues, bencana berdampak luas di Kecamatan Rikit Gaib, Pantan Cuaca, Blangkejeren, dan Tripe Jaya. Beberapa desa seperti Kuning Kumia, Tetingi, Seneren, Remukut, Agusen, Pasir, Uyem Beriring, dan Pungke dilaporkan hilang akibat terseret banjir dan longsor.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, di mana satu dusun di Kecamatan Ketambe dinyatakan hilang.
Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya, satu dusun di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, dilaporkan lenyap akibat bencana hidrometeorologi.
“Kini, seluruh penduduk dari wilayah terdampak kini mengungsi ke lokasi yang lebih aman atau ke rumah kerabat,” pungkas Murthalamuddin.(hulwa)











