SUBULUSSALAM (Waspada): ‘Tradisi’ puluhan bahkan diperkirakan ratusan warung takjil muncul dan menghiasi Kota Subulussalam pada setiap momentum ramadan.
Pantauan hingga hari ke-9 ramadan tahun ini, Jumat (31/3), fenomena itu tampak jelas. Bahkan, di sejumlah titik jalan panjang, khususnya Jalan Teuku Umar, lintas dua Kecamatan Simpang Kiri dan Penanggalan warung takjil itu berdiri, menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman berbuka.
Lain lagi di sejumlah jalan seputaran pusat kota Subulussalam dan lintas kampong setempat, fenomena itu juga menghiasi. “Nyaris ramadan setiap tahun menjadi ajang dan kesempatan warga berjualan,” celoteh sumber kepada Waspada.
Di jalan lintas Lajur Dua, Jalan Teuku Umar, persis depan Masjid As Silmi ditengarai menjadi pusat warung takjil. Pasalnya, pemanfaatan sebagian bahu jalan di depan Masjid As Silmi hingga mendekati Kantor Camat Simpang Kiri penyedia makanan, minuman berbuka itu mendapat ramai kunjungan.
Tampak disusun sejumlah portal di pembatas jalan dua lajur di depan masjid itu sebagai isyarat jika jalan ditutup dan semua jenis kendaraan tidak bisa masuk atau ke luar maupun berbalik arah di sana, sebagaimana fungsinya pra ramadan.
Sementara sejumlah kios di seputaran Terminal Terpadu Subulussalam, selama ini menyedikan berbagai jenis kebutuhan sembako, buah-buahan dan lainnya, juga tampak semakin ramai dengan berbagai jualan jenis petasan, kembang api maupun mercon.
Titik persimpangan lain yang juga tampak ramai disusul beroperasi sejumlah warung takjil usai salat asar terjadi seperti di Tugu Simpang Tiga, Rundeng dan area SPBU Sapriadi ‘Oyon’ Manik Subulussalam menuju arah terminal. (b17)
Foto: PORTAL khusus di pembatas jalan dua lajur, persis di depan Masjid As Silmi antisipasi lalu lintas macat menyusul sejumlah warung tarjil beroperasi di sana. (Waspada/Khairul Boangmanalu)











