Aceh

Trauma Healing Persit TNI Kembalikan Senyum Anak Korban Banjir Di Pidie Jaya

Trauma Healing Persit TNI Kembalikan Senyum Anak Korban Banjir Di Pidie Jaya
Kegiatan trauma healing Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIX Kodim 0102 kepada anak-anak korban banjir di PAUD Permata, Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (30/1).
Kecil Besar
14px

PIDIE JAYA (Waspada.id) : Kepedulian dan sentuhan kasih sayang ditunjukkan Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIX Kodim 0102 melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir di PAUD Permata, Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (30/1).

Dengan cara sederhana namun penuh makna, para istri prajurit TNI menghadirkan beragam aktivitas kreatif untuk menghibur dan membangkitkan kembali semangat anak-anak yang terdampak bencana. Tawa dan senyum perlahan kembali menghiasi wajah polos mereka, mengikis trauma akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh.

Ketua Persit KCK Cabang XIX Kodim 0102, Koorcab Rem 011 PD IM, Ratih Abdul Hadi mengatakan, pascabencana yang terjadi, anak-anak menjadi kelompok paling rentan merasakan dampak psikologis.

“Jangan biarkan peristiwa ini menenggelamkan kita dalam kesedihan yang berlarut-larut. Justru ini menjadi panggilan bagi kita untuk memulihkan keceriaan mereka. Jadikan momentum ini agar anak-anak kembali bersemangat dan tersenyum seperti sedia kala, meski di tengah keterbatasan,” ujarnya.

Menurut Ratih, lingkungan yang penuh kasih sayang dan perhatian memiliki peran besar dalam proses pemulihan anak. Rasa aman yang diberikan akan membantu mereka tumbuh dan berkembang secara sehat, baik secara emosional maupun mental.

“Ini adalah momen berharga yang menggambarkan harapan. Keceriaan dan tawa adalah bagian penting dalam tumbuh kembang anak, karena dapat meningkatkan kemampuan sosial, emosional, dan kognitif mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan trauma healing juga menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, membentuk karakter anak sejak dini, serta menciptakan generasi yang ramah, penuh empati, dan bahagia.

“Mari kita fokus mengembalikan semangat mereka setelah menghadapi situasi yang mencekam. Senyum dan kebahagiaan anak-anak Indonesia adalah harapan masa depan bangsa. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk membantu mereka tumbuh sehat,” pungkasnya.(*)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE