Aceh

Tuntut Kepastian DTH dan Jadup, ‎Pengungsi di Kantor Bupati Bireuen Bertambah‎‎

Tuntut Kepastian DTH dan Jadup, ‎Pengungsi di Kantor Bupati Bireuen Bertambah‎‎
Tampak dua tenda darurat yang bertambah di samping halaman Kantor Pemkab Bireuen, Jumat, (13/3) malam.
Kecil Besar
14px

BIREUEN (Waspada.id): Jumlah pengungsi korban banjir bandang, mendirikan tenda di Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bireuen kini bertambah enam Kepala Keluarga (KK), berjumlah 19 orang, Jumat (13/3) malam.

Korban banjir tersebut, menuntut kepastian mengenai bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan Jatah Hidup (Jadup) yang hingga kini belum mereka terima, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen

‎‎Sebelumnya, Korban banjir bandang Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, yang terlebih dahulu mendirikan tenda di halaman kantor bupati pada Kamis (13/3). Kemudian disusul oleh warga dari Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa. Mereka mendirikan dua unit tenda yang dihuni oleh delapan kepala keluarga (KK) dengan total 16 orang.

‎Seorang pengungsi dari Desa Alue Kuta, Dedi Hermanto, mengatakan mereka terpaksa datang dan mendirikan tenda di halaman samping kantor Pemkab Bireuen, untuk menuntut kejelasan mengenai bantuan yang belum mereka terima semenjak bencana banjir melanda Bireuen pada akhir November 2025 lalu.

‎‎“Kami sudah hampir empat bulan bertahan di kompleks dayah. Untuk tinggal di tenda di sana tidak mungkin, karena siang hari sangat panas dan saat hujan pasti basah. Sementara DTH dan Jadup sampai sekarang belum kami terima,” sebutnya

‎‎Dia juga menjelaskan bahwa para pengungsi yang mendatangi ke Kantor Bupati Bireuen merupakan korban banjir yang kehilangan rumah dan tanah akibat bencana besar tersebut. Sebenarnya 14 kepala keluarga dari Desa Alue Kuta yang hingga saat ini belum menerima bantuan DTH dan Jadup.

“Hanya enam kepala keluarga yang dapat hadir kemari. Sebagian lainnya tidak bisa datang karena faktor usia dan kondisi kesehatan,” tambahnya.

‎Dengan bertambahnya korban banjir yang mendirikan tenda darurat tersebut, kini mencapai 17 kepala keluarga dengan total 35 orang. Mereka menyatakan akan tetap bertahan di lokasi kantor pemkab Bireuen tersebut, hingga ada kepastian mengenai hak mereka sebagai korban bencana

‎Para pengungsi itu berharap, Pemerintah Kabupaten Bireuen, untuk dapat segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi saat ini. (id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE