Scroll Untuk Membaca

AcehHeadlines

Ulama Mulai Tinggalkan PA, Ada Apa?

Pimpinan Dayah Bustanul Huda Julok, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi (2 kanan) bersama Tgk H Zainuddin atau Abah Zain Sarah Teubee (kiri) dan beberapa ulama muda lainnya berdiskusi di Komplek Dayah Bustanul Huda Julok, Aceh Timur, Sabtu (17/8). Waspada/Ist.
Pimpinan Dayah Bustanul Huda Julok, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi (2 kanan) bersama Tgk H Zainuddin atau Abah Zain Sarah Teubee (kiri) dan beberapa ulama muda lainnya berdiskusi di Komplek Dayah Bustanul Huda Julok, Aceh Timur, Sabtu (17/8). Waspada/Ist.
Kecil Besar
14px

IDI (Waspada): Dalam sepekan terakhir, jagat maya melalui media sosial (medsos) dihebohkan isu mundurnya salah seorang ulama kharismatik Aceh dari sejumlah jabatan, termasuk sebagai Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar.

Abu Paya Pasi juga mundur dari Penasehat Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA). Bahkan Abu Pasi juga menyatakan mundur dari Ketua Umum Majelis Ulama Nanggroe Aceh (Ketua MUNA). Kabar mundurnya ulama ahli sunnah waljamaah itu beredar cepat dan menjadi pembicaraan hangat, karena menjelang Pilkada.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ulama Mulai Tinggalkan PA, Ada Apa?

IKLAN

Ulama dimaksud yakni Tgk H Muhammad Ali atau akrab disapa Abu Paya Pasi. Selain sebagai Pimpinan Dayah Bustanul Huda Julok, saat ini Abu Paya Pasi juga aktif mengisi kajian dan pengajian jamaah dati berbagai komunitas dan lembaga, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kabarnya, mundurnya Abu Paya Pasi menyusul rekomendasinya tidak diindahkan oleh Partai Aceh, baik rekomendasi Calon Wakil Gubernur Aceh Periode 2024-2029 dan Calon Bupati Aceh Timur Periode 2024-2029.

Abu Paya Pasi merasakan bahwa rekomendasi yang beliau sampaikan bersama para alim ulama lainnya tidak diindahkan oleh PA, termasuk Calon Wagub Aceh dan Cabup Aceh Timur. Pengunduran dirinya merupakan hasil dari pertimbangan panjang yang didasari keprihatinan terhadap situasi politik saat ini.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Partai Aceh dan Lembaga Wali Nanggroe atas kepercayaan yang telah diberikan selama ini. Saya berharap keputusan ini membawa kebaikan untuk kita semua dan ini akhir dari kebersamaan kita,” kata Abu Paya Pasi, dalam siaran persnya, diterima Waspada, Senin (19/8).

Abu Paya Pasi juga berharap Allah SWT memberikan keridhaan dan petunjuk untuk orang-orang yang melaksanakan suatu pekerjaan lillahi ta’ala. “Mudah-mudahan apa yang kita jalani membawa kemasalahatan untuk umat, baik duniawi maupun ukhrawi,” kata Abu Paya Pasi.

Keputusan yang diambil ulama Aceh ini menandai berakhirnya keterlibatan Abu Paya Pasi dalam berbagai posisi strategis di Partai Aceh (PA) dan Lembaga Wali Nanggroe (WN). Namun Abu Paya Pasi tetap berkomitmen untuk terus berkontribusi demi kebaikan Aceh di masa yang akan datang. (b11)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE