TAMIANG (Waspada.id): Sivitas akademika Universitas Samudra kembali melakukan melalui penyaluran sarana air bersih dengan memberikan tandon air berkapasitas 1.000 liter dalam menjawab respon tanggap darurat atas krisis air bersih pascabanjir yang melanda warga Desa Mesjid, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (01/03/2026).
Ketua Tim Pengabdi, Muhammad Yakob, M.Hum kepada wartawan, Senin (02/03/2026) menyampaikan bahwa banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mencemari sumber-sumber air bersih seperti sumur dan saluran air.
“Akses terhadap air bersih menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan. Karena itu, kami hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini didanai melalui DIPA LPPM Universitas Samudra tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Universitas Samudra menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam aksi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat terutama di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Tamiang.
Datok Penghulu Desa Mesjid, Ridwan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan Sivitas akademika Universitas Samudra dengan memberikan tandon air berkapasitas 1.000 liter dalam menjawab respon masyarakat terdampak banjir di Tamiang.
Menurutnya, bantuan sarana air bersih sangat dibutuhkan warga, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit akibat kualitas air yang tidak higienis.(id74)












