Upayakan Kota Adipura, Pemko Lhokseumawe Tanam 3000 Mangrove Dan Bentuk Kampung Iklim

- Aceh
  • Bagikan
Upayakan Kota Adipura, Pemko Lhokseumawe Tanam 3000 Mangrove Dan Bentuk Kampung Iklim

Pj Wali Kota Lhokseumawe A. Hanan bersama TNI/Polri melakukan penanaman 3000 manggrove di kawasan Waduk Raksasa Desa Pusong Kec. Banda Sakti, Selasa (6/2). Waspada/Zainuddin. Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Dalam upaya mewujudkan Lhokseumawe sebagai Kota Adipura, Penjabat (Pj) Wali Kota Lhokseumawe, A. Hanan SP, MM, menginisiasi tiga kegiatan strategis lingkungan Selasa, (6/2), seperti tanam 3000 manggrove di waduk raksasa Kec. Banda Sakti.

Kolaborasi yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh serta TNI-Polri menunjukkan komitmen bersama dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah.

Hal itu diungkapkan PJ Walikota Lhokseumawe A. Hanan, disela kegiatan penanaman Manggrove di Waduk Pusong.

Upayakan Kota Adipura, Pemko Lhokseumawe Tanam 3000 Mangrove Dan Bentuk Kampung Iklim

Dikatakannya, Kegiatan penanaman 3000 mangrove di Waduk Pusong, Banda Sakti, akan menjadi simbol penghijauan dan melindungi lingkungan pesisir di sekitar waduk.

Kolaborasi antara Pemerintah Kota, DLHK Aceh, dan TNI-Polri diharapkan dapat memberikan dampak positif yang besar terhadap kelestarian lingkungan.

“Hari ini tanam 3000 batang mangrove, nanti 7 Maret kita lanjut lagi. Penanaman mangrove ini bukan hanya tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga implementasi dan aksi nyata. Lhokseumawe sudah penuhi 30 % penghijauan. Kita akan tambah lagi vegetasi mangrove” ungkapnya.

Sebelum itu, Pemko Lhokseumawe telah mengadakan sosialisasi di Aula Kantor Walikota Lhokseumawe (06/02) tentang pemilahan sampah rumah tangga dan pengelolaan bank sampah.

Dihadiri seluruh Camat, Kechik/Kepala Desa dan Kepala Dinas, sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah, hingga pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Narasumber berstandar nasional dihadirkan untuk memberikan wawasan mendalam tentang praktik pemilahan sampah yang efektif.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat memahami peran mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga, ini merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga Lhokseumawe,” sebutnya.

Selain itu, Registrasi Program Kampung Iklim (Proklim) usai pembukaan sosialisasi, A Hanan berharap dengan mensukseskan Proklim, desa-desa di Lhokseumawe dapat menjadi contoh yang baik dalam pengelolaan sampah.

“Program Kampung Iklim (Proklim) ini layaknya kontes, nanti akan dilakukan penilaian seperti apa pengelolaan sampah dan lingkungan di desa, nilai tersebut sangat besar perannya dalam mewujudkan Lhokseumawe sebagai Kota Adipura,” tuturnya. (b09)

  • Bagikan