Aceh

Usai Ambruk Nyaris Timpa Pasien, RSUDYA Tapaktuan Akan Bongkar Plafon Lantai III Gedung C

Usai Ambruk Nyaris Timpa Pasien, RSUDYA Tapaktuan Akan Bongkar Plafon Lantai III Gedung C
RSUDYA akan membongkar seluruh plafon rusak di Lantai III Gedung C usai insiden ambruknya plafon nyaris menimpa pasien dalam ruangan rawat inap Rabu (7/1). (Waspada.id/Hendrik)
Kecil Besar
14px

TAPAKTUAN (Waspada.id): Managemen RSUDYA Tapaktuan akan membongkar seluruh plafon gipsum yang rusak akibat terendam air bocor di Lantai III Gedung C. Langkah itu dilakukan untuk menciptakan kenyamanan masyarakat yang sedang mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Penegasan itu disampaikan Plt. Direktur RSUDYA Tapaktuan, dr. Erizaldi M.Kes, Sp.OG., merespon insiden ambruknya plafon Gedung C lantai III, tepatnya di Ruang Berlian III, pada Rabu, (7/1/2026) hingga nyaris menimpa seorang pasien perempuan yang baru saja melahirkan.

“Merespon insiden ini, dalam waktu dekat kita akan mengerahkan para pekerja (tukang) untuk melakukan pengecekan. Terhadap plafon yang sudah lapuk akibat terendam air akan kita bongkar seluruhnya,” kata dr. Erizaldi menjawab konfirmasi Waspada.id di Tapaktuan.

Dia menjelaskan, sejumlah ruangan di beberapa lantai di Gedung C yang berkonstruksi 5 lantai itu di akui telah mengalami kerusakan parah dibagian plafon akibat terjadinya kebocoran lantai atas yang diduga bersumber dari kebocoran pipa saluran pembuang kamar mandi.

“Dari 5 lantai, yang terparah memang plafon lantai III. Kondisi ini diperparah lagi karena plafon menggunakan material gipsum,” ungkap dr. Erizaldi.

Dia mengakui bahwa, sepanjang beberapa bulan terakhir beberapa bagian ruangan yang dampak kerusakannya paling parah telah dilakukan upaya perbaikan. Namun, program itu sangat terbatas sesuai kemampuan keuangan RSUDYA.

“Memang Pemkab Aceh Selatan telah memprogramkan pekerjaan penggantian plafon di Gedung C RSUDYA pada 2026. Dari yang ada sekarang menggunakan material gipsum seluruhnya diganti dengan PVC Sunda plafon yang tahan air,” kata dr. Erizaldi.

Sebelumnya, insiden membahayakan terjadi di RSUDYA Tapaktuan. Plafon Gedung C lantai III, tepatnya di Ruang Berlian III, ambruk sekira pukul 12.40 WIB dan nyaris menimpa seorang pasien perempuan yang baru saja melahirkan.

Peristiwa tersebut terjadi di ruang rawat inap. Material plafon beserta instalasi kabel listrik dissbut-sebut ikut terjatuh, sehingga memicu kepanikan pasien serta keluarga yang berada di dalam ruangan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, insiden tersebut meninggalkan trauma bagi pasien dan keluarga yang khawatir peristiwa serupa dapat terulang.

Saifullah, suami pasien, menceritakan detik-detik kejadian tersebut. Ia mengatakan plafon runtuh secara tiba-tiba saat dirinya bersama keluarga sedang berada di dalam ruangan.

“Kejadiannya mendadak. Untung istri saya tidak tertimpa plafon yang runtuh karena saya langsung menahannya dengan tubuh saya sendiri,” ujar Saifullah. 

Menurut Saifullah, kondisi tersebut sangat membahayakan, terlebih terjadi di ruang rawat inap yang seharusnya menjadi tempat aman bagi pasien, khususnya ibu pascamelahirkan.

Karena itu, dia mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan serta manajemen RSUD Yuliddin Away untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan rumah sakit.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bertindak. Plafon runtuh dan kabel listrik yang ikut jatuh sangat membahayakan pasien dan keluarga yang berjaga,” tegasnya. (id85)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE