Usai Imunisasi Polio, Satu Anak Penderita Laryngitis Di Pidie Dilarikan Ke RS

  • Bagikan
Beberapa pelajar SDN 2 Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie bermain di halaman sekolahnya, Rabu (7/12) Waspada/Muhammad Riza
Beberapa pelajar SDN 2 Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie bermain di halaman sekolahnya, Rabu (7/12) Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Satu murid SDN 2 Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Sigli.

Diduga bocah SD tersebut overdosis setelah menerima tetes manis imunisasi polio di sekolahnya. Sementara, Wadir Pelayanan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli dr Rudi Agustika, SpP, menyebutkan pasien anak dari Kecamatan Simpang Tiga, itu saat masuk menderita laryngitis pada tenggorokan.

“Saat masuk, pasien anak ini mengeluhkan pusing dan sakit pada bagian tenggorokan,” kata dr Rudi.

Dia menyebutkan, pasien anak tersebut masuk ke RSUD Tgk Chik Ditiro pada Senin, (5/12) sekira pukul 10:00 Wib. “ Alhamdulillah, sekarang kondisinya sudah membaik. Hari ini sudah boleh pulang,” katanya.

Terpisah, ED, ayah dari anak tersebut kepada Waspada, Kamis (7/12) mengatakan, petugas kesehatan datang ke sekolah anaknya itu untuk diberikan imunisasi polio. Namun berdasarkan keterangan pihak sekolah, putranya itu mendapat empat tetes dari yang seharusnya dua tetes.

Memang menurut dia, setelah mendapat tetesan imunisasi itu anaknya tidak langsung sakit, tetapi menjelang malam hari kata ED, anaknya tersebut secara tiba-tiba mengeluh sakit. Diantaranya, putranya itu mengeluh pusing kepala, sakit tenggorokan, mual demam.

ED pun meski mengaku kecewa, namun putranya itu dibawa ke RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli menggunakan ambulance milik Puskesmas Simpang Tiga.

Sekretaris Dinkes Pidie, dr Dwi Wijaya, merangkap Juru Bicara (Jubir) Tim Reaksi Gerak Cepat (TGC) Imunisasi Polio Dinkes Pidie, saat dikonfirmasi membenarkan satu anak yang tercatat sebagai siswa SDN 2 Gigieng dilarikan ke RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli karena menderita Laryngitis Akut atau pembengkakan pada tenggorokan, dan itu, jelas dr Dwi Wijaya, bukan disebabkan kelebihan tetes imunisasi polio.

Dalam bincang-bincang dengan Waspada, dr Dwi Widjaya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemberian imunisasi polio kepada anak-anaknya.

Dia mengatakan kegiatan Sub-PIN, ini adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah sebagai upaya percepatan memutus rantai penyebaran virus polio di Pidie ini karena pemerintah sangat menaruh perhatian besar untuk penanggulangan kasus polio yang ada di Kabupaten Pidie. (b06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *