Aceh

Wagub Aceh Desak Percepat Data Pascabencana Agar Bantuan Tepat Sasaran

Wagub Aceh Desak Percepat Data Pascabencana Agar Bantuan Tepat Sasaran
Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, dan para Asisten Sekda Aceh, saat menggelar Rakor Percepatan Pendataan Kerusakan Rumah Pascabencana Hidrometeorologi Aceh, yang diikuti para Kepala SKPA/Biro, dan Bupati/Wali Kota yang wilayahnya terdampak bencana secara virtual, di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2026, Setda Aceh, Banda Aceh, Rabu, (7/1). Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id):  Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendesak percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana, dalam rapat yang digelar di Kantor Gubernur Aceh pada Rabu (7/1). Hal ini bertujuan agar bantuan dari pemerintah pusat dan daerah dapat segera sampai ke masyarakat terdampak.

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir menegaskan pentingnya keakuratan data: “Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai dengan data R3P. Karena itu, ketelitian dan keakuratan data menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.”

Fadhlullah menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga yang akan menempati hunian sementara (Huntara), namun Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut diberikan segera tanpa menunggu hunian siap. Bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga, disiapkan bantuan sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh rumah terdampak – baik rusak ringan, sedang, maupun berat – akan diusulkan mendapatkan dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit, mengingat hampir semua perabotan warga tidak dapat digunakan kembali akibat banjir.

Pengusulan data dapat dilakukan dalam dua tahap, dengan target tahap pertama diserahkan sebelum 15 Januari 2026 agar masyarakat segera merasakan bantuan hidup (Jadup) dari Kemensos dan dana perabotan. Selain itu, Wagub juga meminta pengusulan data penerima bantuan pemberdayaan senilai Rp5 juta per keluarga dari Kemensos untuk membantu pemulihan ekonomi.

Penyaluran bantuan Kemensos sepenuhnya bergantung pada data yang diajukan pemerintah kabupaten dan kota. Data tersebut akan dimasukkan ke dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang akan disahkan oleh pusat dan tidak dapat diubah lagi.

Rapat diikuti langsung oleh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota wilayah terdampak yang mengikuti secara daring. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE