TAKENGON (Waspada.id): Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, menembus wilayah terisolasi di Aceh Tengah dengan menggunakan helikopter untuk memastikan kondisi warga yang terdampak banjir besar. Ia mendarat di Lapangan Musara Alun, Kota Takengon, Minggu (30/11), bersama rombongan TNI yang membawa bantuan darurat.
Kedatangan Wakil Gubernur disambut ratusan warga yang telah memadati lapangan sejak pagi. Sebelum mendarat, Fadhlullah sempat mendokumentasikan dari udara sejumlah kawasan yang terendam banjir dan terlihat terputus dari akses darat.
Setibanya di lokasi, Wakil Gubernur langsung berinteraksi dengan masyarakat, mendengar keluhan mereka, serta memastikan bantuan logistik yang dibawa melalui jalur udara akan segera disalurkan secara bertahap.
Dalam pernyataannya, Fadhlullah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan Aceh Tengah menghadapi bencana ini sendirian.
“Sudah lima hari Aceh Tengah terisolasi total. Akses jalan darat tak dapat ditembus karena jembatan putus dan longsor menutup jalur bantuan. Namun hari ini, dengan segala upaya yang ada, saya memilih menembus langit menggunakan heli agar bisa hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana ini,” ujar Fadhlullah.
Ia mengatakan kehadirannya merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk melihat langsung kondisi warga dan memastikan penanganan darurat berjalan cepat.
“Saya ingin melihat dengan mata saya sendiri bagaimana keadaan saudara-saudara kita bertahan dalam keterbatasan. Saya ingin mendengar keluhan mereka bukan dari laporan, tapi dari suara mereka sendiri, karena Aceh Tengah tidak boleh merasa sendirian,” tegasnya.
Wakil Gubernur juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan dapat berlangsung lancar.
“Semoga Allah memudahkan perjalanan ini dan memberi kekuatan untuk kita semua,” ujar Fadhlullah.
Bantuan yang dibawa melalui helikopter TNI akan didistribusikan ke beberapa titik yang hingga kini masih terisolasi akibat terputusnya jembatan dan tertimbunnya jalur transportasi oleh longsor. Operasi bantuan udara akan terus dilanjutkan sampai akses darat kembali pulih. (id65)












