SIGLI (Waspada.id): Pagi itu, halaman SD Negeri Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, tidak lagi sunyi. Setelah hari-hari panjang libur Idulfitri, denyut kehidupan kembali terasa. Tawa anak-anak pecah, langkah kecil berlarian, dan seragam merah putih kembali memenuhi ruang-ruang sekolah yang sempat lengang.
Pantauan Waspada, Senin (30/3/2026), suasana di sekolah tersebut begitu hidup dan penuh warna. Wajah-wajah polos para siswa memancarkan kebahagiaan yang sulit disembunyikan. Mata mereka berbinar, senyum mengembang tanpa beban, seolah rindu yang lama terpendam akhirnya terbayar lunas.
Beberapa siswa tampak berlari kecil menghampiri guru mereka. Tanpa ragu, tangan-tangan kecil itu terulur, menjabat erat, lalu dengan penuh takzim mencium tangan sang pendidik. Momen itu terasa hangat, bahkan haru, perjumpaan yang bukan sekadar rutinitas, tetapi ikatan batin yang kembali terjalin.
“Senang sekali bisa masuk sekolah lagi,” ujar seorang siswa dengan suara riang, disambut tawa teman-temannya yang tidak kalah antusias.
Upacara bendera yang digelar di halaman sekolah menjadi pembuka hari yang penuh makna. Kepala SD Negeri Bungie, Mustafa, berdiri tegap memimpin jalannya upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya disiplin, semangat belajar, serta menjaga sikap hormat kepada guru.

Usai upacara, pemandangan menyentuh kembali terlihat. Para siswa berbaris rapi, satu per satu maju untuk bersalaman dan mencium tangan guru. Tradisi sederhana itu bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan nilai yang terus dijaga, tentang hormat, tentang adab, tentang karakter.
Mustafa menegaskan, hari pertama sekolah bukan hanya soal membuka buku pelajaran, tetapi membuka kembali ruang pembentukan karakter. “Kami ingin anak-anak datang bukan hanya untuk belajar, tapi juga tumbuh menjadi pribadi yang santun dan berakhlak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Pidie, Yusmadi, M.Pd., memastikan bahwa pelaksanaan hari pertama masuk sekolah di seluruh wilayah berjalan lancar. “Alhamdulillah, semua berjalan baik. Anak-anak hadir dengan semangat, dan sekolah siap menjalankan proses belajar mengajar,” katanya.
Di SD Negeri Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, pagi itu bukan sekadar awal kegiatan belajar. Ia adalah pertemuan kembali antara rindu dan harapan. Di balik senyum anak-anak, tersimpan cita-cita. Di balik jabat tangan kecil itu, ada masa depan yang sedang dipupuk perlahan, namun pasti. ( id69)












