LANGSA (Waspada.id): Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE menunjuk Arif Firmansyah Siregar S.Pd, MM sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur dan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Keumuning Langsa, di Aula Wali Kota Langsa, Jumat (27/2) malam.
Penunjukan berdasarkan surat Keputusan Wali Kota Langsa nomor: 188/900.1.13.2/2026 tentang pengangkatan pelaksana tugas Direktur PDAM Tirta Keumuneng tertanggal 27 Februari 2026 bertepatan 9 Ramadhan 1447 H.
Kemudian surat Keputusan Wali Kota Langsa nomor: 187/900.1.13.2/2026 tentang pengangkatan Dewan Pengawas PDAM Tirta Keumuneng periode 2026-2030 tertanggal 27 Februari 2026.
Jeffry Sentana menyampaikan, penunjukan saudara Arif Firmansyah sebagai Dewan Pengawas dan juga Plt. Direktur PDAM Langsa untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada di PDAM Langsa.
“Saya harap kedepannya PDAM Langsa sebelum ada Direktur Definitif, untuk PR-PR seperti efisiensi dan struktural harus sudah selesai. Sehingga dengan adanya Direktur baru nantinya, maka persoalan Manajemen dan Struktural sudah selesai di masa Plt Direktur, Arif Firmansyah yang sudah mulai bekerja esok hari,” ucap Jeffry Sentana.
Wali Kota Langsa menjelaskan, bahwa pekerjaan rumah PDAM ini sangat banyak, sampai bisa mengalahkan surat Wali Kota yang mengurus seluruh Kota Langsa.
“PDAM Langsa ini hanya urus air bersih saja, tapi masalahnya banyak sekali, kalah urusan surat Wali Kota Langsa,” katanya dengar berkelakar dan disambut gelak tawa tamu undangan yang berhadir.
Lebih lanjut disampaikan agar manajemen PDAM Langsa untuk dapat memperpendek proses administrasi yang berlaku di perusahaan, jangan kayak model pemerintahan yang adminitrasi banyak.
“Administrasi dan prosesnya di PDAM harus dibuat simple, sehingga cetakan berkas administrasi lebih sedikit dan disederhanakan, sehingga anggaran yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Inti dan poinnya serta perintahnya jelas dan sesuai SOP karena itu yang perlu,” tegas Jeffry Sentana.
Ia juga menambahkan, Plt Direktur PDAM harus menekankan hal tersebut dan selalu berkoordinasi dengan Wali Kota Langsa dalam mengambil keputusan yang krusial atau penting.
“PDAM Langsa ini adalah wajahnya Wali Kota, kalau beres, maka Wali Kota dianggap beres kerjanya. Tapi kalau tidak, ya tetap salahkan Wali Kota karena tidak bekerja. Masyarakat maunya air bersih tersedia,” sebutnya lagi.

Wali Kota Langsa juga berharap komunikasi Manajemen PDAM Langsa agar ditingkatkan, begitu juga dengan para Kepala Bagian (Kabag) yang ada, tetap mendukung dan berkonsultasi dengan Plt. Direktur PDAM yang baru.
“Selama saya Plt Direktur PDAM Langsa hanya menyelesaikan permasalah untuk mengurangi beban kerja, seperti pembayaran gaji dan juga THR tahun 2025, itu semua sudah terbayarkan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, selama Wali Kota Langsa menjadi Plt Direktur PDAM Langsa dan juga Kuasa Pemilik Modal (KPM), pendapatan PDAM Langsa bertambah dari sebelumnya.

Plt Direktur yang baru, Arif Firmansyah juga diminta melakukan efisiensi, karena pengeluaran PDAM terlalu besar, seperti gaji pegawai yang lebih dari 30 persen dari yang disyaratkan, sehingga nantinya tinggal disesuaikan.
“Saya sudah bicarakan dengan seluruh karyawan PDAM Langsa, terutama para pejabatnya untuk memilih penyesuaian gaji agar dapat bekerja selamanya, atau gaji besar seperti sekarang tapi hanya bisa bekerja untuk 2 tahun saja,” ungkap Jeffry Sentana.
Kegiatan ini turut dihadiri, Asisten I Al Azmi, Asisten II dr. Muhammad Yusuf Akbar, Asisten III Ridwanullah, para Staf Ahli, Tim Pansel, para Kepala OPD, Analisis Kebijakan Muda Subbag Pembinaan BUMD dan manajemen PDAM Langsa. (id74)












