AcehEkonomi

Wali Kota Lhokseumawe Luncurkan Program Broeh Jeut Keu Peng Di TPA Alue Liem

Wali Kota Lhokseumawe Luncurkan Program Broeh Jeut Keu Peng Di TPA Alue Liem
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar meninjau langsung mesin senilai Rp6,6 miliar itu mampu mengolah sampah menjadi barang ekonomis, seperti plastik kresek, batako, minyak bensin, solar dan minyak tanah di TPA Desa Alue Liem Kec. Blang Mangat. (Waspada.id/Zainuddin Abdullah)
Kecil Besar
14px

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Setelah sekian lama menjadi bahan olokan di sosmed, akhirnya Wali Kota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar dengan bangga meluncurkan program Broeh Jeut Keu Peng di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Alue Liem, Kec. Blang Mangat, Selasa (10/2).

Pemerintah Kota Lhokseumawe kembali memperlihatkan keseriusannya dalam menangani persoalan sampah dengan cara yang lebih modern dan bernilai ekonomi.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abu Bakar, memimpin langsung prosesi peresmian secara seremonial yang dilakukan melalui pemotongan pita dan pengoperasian mesin pengolahan sampah. Sejumlah pejabat Forkopimda, pemangku kepentingan, serta warga turut menyaksikan momen penting tersebut.

Lantaran sebelumnya banyak pihak meragukan program sampah jadi uang, sehingga semua mata terpukau ketika menyaksikan langsung mesin senilai Rp6,6 miliar itu telah berhasil memproduksi sampah disulap menjadi batako, plastik kresek, minyak bensin, solar dan minyak tanah.

Wali Kota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar mengatakan bahwa program ini membuka babak baru pengelolaan sampah. “Kalau dulu program ini sering jadi bahan olok-olokan dan diejek sebagai hal yang mustahil. Tapi hari ini tiba waktunya kita buktikan. Karena dengan teknologi ini, sampah bukan lagi masalah, melainkan dapat diolah menjadi produk bernilai jual dan memberi kontribusi bagi PAD,” katanya.

Ia juga menyoroti potensi pengolahan sampah organik menjadi magot, yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak—sebuah peluang yang dinilai dapat mendongkrak sektor ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi besar Pemkot, beberapa mesin pengolahan yang sebelumnya ditemukan tidak beroperasi di Blang Mangat kini tengah dioptimalkan kembali agar berfungsi maksimal mendukung program tersebut.

Masyarakat pun dilibatkan melalui sistem pemilahan sampah dari rumah ke rumah. Sampah yang dipilah akan ditampung Koperasi “Broh-Broh” dan dihargai dengan koin emas yang dapat ditukarkan dan memiliki nilai secara ekonomi—skema yang dinilai mampu meningkatkan antusiasme warga terhadap program ini.

Dalam pengembangan teknisnya, Pemkot menggandeng para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk merancang sistem serta mesin yang digunakan. Sayuti menambahkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan regulasi penjualan dan distribusi produk hasil olahan untuk menjamin proses yang tertib dan sesuai aturan.

Tenaga Ahli Pemko Lhokseumawe, Dr. Indra Wijaya, menjelaskan bahwa fasilitas pengolahan sampah ini dibangun berdasarkan konsep ekonomi sirkular. Terdapat lima blok pengolahan, mulai dari konversi sampah menjadi bahan bakar setara solar, bensin, dan minyak tanah; pemanfaatan residu menjadi paving block, pembuatan kantong sampah berbahan plastik daur ulang; pengolahan kompos; hingga fasilitas daur ulang air limbah.

Program ini juga diperkuat dengan aplikasi “Broh” yang berfungsi memantau armada serta proses pemilahan sampah, dan koperasi yang membeli plastik pilahan warga dengan sistem penukaran emas. Agar seluruh proses berjalan transparan, Kejaksaan dan Polres Lhokseumawe turut melakukan pengawasan pada tahapan pengadaan dan pembangunan fasilitas.

Peluncuran “Broh Jeut keu Peng” menjadi bukti keseriusan Pemkot Lhokseumawe dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan. Tetapi juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat dan daerah.(id72)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE