SABANG (Waspada.id): Pemerintah Kota Sabang berkomitmen memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mendorong seluruh gampong memanfaatkan lahan pertanian.
Wali Kota Zulkifli H. Adam menyatakan upaya ini bertujuan membangun kemandirian pangan, sesuai instruksi Presiden, dengan target minimal 50% kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari produksi lokal.
Penegasan tersebut disampaikan saat penanaman perdana program di lahan BUMDes Mandiri Gampong Paya Seunara pada Kamis (22/01/25). Sebagai daerah kepulauan, Sabang selama ini sangat bergantung pada pasokan dari daratan via transportasi laut, sehingga diperlukan langkah antisipatif jangka panjang.
Untuk mendukung program ini, Wali Kota telah meminta Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) menyediakan lahan sekitar 200 hektare yang dapat dimanfaatkan petani dari 18 gampong di kota tersebut. “Sabang harus siap dan memiliki sikap ke depan. Walaupun nantinya tetap ada pasokan dari daratan, kemandirian pangan harus mulai dibangun mulai dari sekarang,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan anggaran serta sarana dan prasarana pendukung. Program yang awalnya berfokus di Gampong Paya Seunara akan diperluas ke seluruh gampong yang siap berpartisipasi. “Masyarakat harus memiliki pola pikir jangka panjang dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk potensi gangguan distribusi pangan,” ujar Wali Kota.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, menjelaskan pihaknya akan memberikan pendampingan teknis meliputi penyediaan pupuk, penguatan kapasitas petani, dan dukungan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). “Komoditas awal yang ditanam adalah jagung dan padi gogo. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi jika distribusi dari daratan mengalami kendala,” jelasnya.
Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar Bin Abdul Wahab, menyampaikan antusiasme masyarakat dalam mendukung program yang sudah lama diharapkan. Saat ini tersedia lahan sekitar 2 hingga 2,5 hektare dengan kurang lebih 1 hektare sudah dimanfaatkan. Meskipun menghadapi kendala lahan berbatu pada tahap awal, pihaknya akan mengatasinya secara bertahap melalui gotong royong dan dukungan anggaran. “Setelah panen, batu-batu akan dipindahkan agar lahan bisa diperluas dan program dijalankan secara permanen serta berkelanjutan,” tutupnya.(id68)










