Warga Abdya Meninggal Dunia Di Malaysia, Bupati Fasilitasi Jemput Jenazah

- Aceh
  • Bagikan
Paspor alm Asriadi, warga Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, yang meninggal dunia di Malaysia. Waspada/Ist
Paspor alm Asriadi, warga Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, yang meninggal dunia di Malaysia. Waspada/Ist

BLANGPIDIE (Waspada): Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Asriadi, 29 tahun warga Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan meninggal dunia di negeri jiran Malaysia, pada Minggu (10/12) lalu, sekira pukul 15.30 WIB.

Menurut Pj Bupati Abdya Darmansah, Senin (11/12), untuk pemulangan jenazah almarhum ke kampung halamannya, atas nama Pemkab Abdya, pihaknya akan menfasilitasi dengan mengirimkan satu unit ambulans milik Pemkab, ke Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. “Hasil komunikasi bersama dengan berbagai pihak, termasuk saudara-saudara kita yang ada di Malaysia, jenazah diperkirakan akan tiba di Bandara Kualanamu, pada Rabu (13/12) mendatang,” katanya.

Untuk berkas-berkas administrasi pemulangan jenazah dari luar negeri lanjutnya, sudah dipersiapkan dan dilengkapi oleh Kades Ujung Tanah, dibantu Camat Lembah Sabil. “Laporan yang kami terima, Alhamdulillah tidak ada kendala lagi, tinggal menunggu hari pemulangan jenazah dari luar negeri,” sebutnya, saat ditemui Waspada di ruang kerjanya.

Warga Abdya Meninggal Dunia Di Malaysia, Bupati Fasilitasi Jemput Jenazah
Kades Ujung Tanah Fauzan Adami, didampingi Camat Lembah Sabil, saat menghadap Pj Bupati Abdya, melaporkan terkait musibah yang dialami warganya di Negara Malaysia. Senin (11/12).Waspada/Syafrizal

Kades Ujung Tanah Fauzan Adami, didampingi Camat Lembah Sabil Salman SKM, saat menghadap Pj Bupati Abdya untuk melaporkan musibah tersebut mengatakan, almarhum Asriadi, berangkat ke Malaysia sekitar bulan Mei 2023 , kurang lebih 7 bulan yang lalu. Tujuannya, untuk mencari kerja dalam upaya merubah nasib keluarganya.

Asriadi lanjut Kades Fauzan Adami, merupakan tulang punggung dari sebuah keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan di desa yang dipimpinnya. “Yang kami ketahui selama ini, almarhum merupakan anak yatim, yang sangat rajin bekerja, menghidupi ibunya yang sudah renta,” ungkapnya.

Sebelum berangkat ke Malaysia tambahnya, almarhum bekerja serabutan. Mulai dari kuli truk, buruh tani, buruh tambah udang dan lain sebagainya, yang dapat menghasilkan uang untuk menghidupi keluarga. “Informasi yang kami terima, almarhum meninggal dunia karena kecelakaan kerja, dalam mencari nafkah. Kami yakin, beliau mendapatkan pahala syahid, karena meninggal saat mencari nafkah,” ujarnya.(b21)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *