Aceh

Warga Antusias Shalat Idul Fitri, Camat Kute Panang Ajak Pererat Silaturahmi

Warga Antusias Shalat Idul Fitri, Camat Kute Panang Ajak Pererat Silaturahmi
Warga sedang mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 H tahun 2026.Waspada.id/Sumarsono
Kecil Besar
14px

TAKENGON (Waspada.id): Warga Lukup Sabun dan Sabun Tengah, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, tampak antusias melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Masjid Nurul Huda, Sabtu (21/3/26).

Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh masyarakat.

Camat Kute Panang, Anwar, SE, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jamaah. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum hari kemenangan sebagai ajang mempererat silaturahmi.

“Mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang fitri ini kita dapat meluruskan kembali tali silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun desa yang kita cintai,” ujar Anwar.

Pada kesempatan tersebut, Camat Anwar juga membacakan amanat Bupati Aceh Tengah. Dalam amanatnya disampaikan bahwa Idul Fitri merupakan puncak kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Hari raya ini diharapkan menjadi momentum untuk membersihkan hati dan pikiran, serta memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan bertakwa kepada Allah SWT.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk saling memaafkan, meninggalkan prasangka buruk, serta membuka lembaran baru dengan penuh keikhlasan dan kejujuran. Nilai-nilai yang telah dipelajari selama Ramadan, seperti kesabaran, ketekunan, dan kepedulian sosial, diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan antar sesama, menjaga kerukunan, dan terus menebar kebaikan demi kemajuan Kabupaten Aceh Tengah,” lanjutnya.

Sementara itu, tausiyah Idul Fitri yang disampaikan oleh Tgk Muhammad Yakub,mengingatkan pentingnya menjaga keimanan dan memahami makna tauhid dengan benar.

Dalam tausiyahnya juga dijelaskan bahwa setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah, yaitu Islam. Oleh karena itu, umat Muslim diingatkan untuk senantiasa menjaga keimanan hingga akhir hayat.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Nurul Huda pun berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan, menjadi momen kebersamaan yang memperkuat persatuan dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Di akhir tausiyahnya apabila ada anak anak yatim yang kelaparan maka akan berdosa kita sebagaimana pemimpin dari Bupati, hingga kepala desanya, maka dari itu kita diwajibkan untuk berfitrah.

“Maka dari pelajaran yang berharga adalah saling berbagi baik dari segi makanan, pakaian dan uang apabila ada anak yatim berilah mereka juga agar mereka bisa merasakan bagaimana anak anak lain merasakan kebahagian,” tutupnya. (id.86)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE