Aceh

Warga Komplain Tanah Pribadi Dikeruk Jadi Lokasi Pembuangan Lumpur Di Kualasimpang

Warga Komplain Tanah Pribadi Dikeruk Jadi Lokasi Pembuangan Lumpur Di Kualasimpang
Tanah pribadi milik warga yang dikeruk dijadikan lokasi pembuangan sampah dan lumpur pascabanjir Aceh Tamiang 2025, Sabtu (3/1/2026).Waspada.id/Muhammad Hanafiah
Kecil Besar
14px

KUALASIMPANG (Waspada.id): Sejumlah warga Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang mulai komplain tanah pribadi mereka dikeruk dan dijadikan lokasi pembuangan sampah dan lumpur.

“Kami beberapa tahun yang lalu merupakan korban kebakaran, di lokasi tanah pribadi kami, rencana akan kami bangun rumah toko sebagai tempat kami berjualan mencari rezeki, lalu kini kami juga korban bencana alam banjir Aceh Tamiang tahun 2025,” ungkap Azhari dan warga lainnya pemilik tanah di Jalan Mayjen Sutoyo, Kualasimpang, kepada Waspada.id, Sabtu (3/1).

Warga mengatakan, mereka sudah dua kali menjadi korban yaitu korban terjadi kebakaran beberapa tahun yang lalu dan korban bencana banjir Aceh Tamiang tahun 2025 serta korban tanah hilang dikeruk pemerintah untuk dijadikan lokasi pembuangan lumpur dan sampah.

Sejumlah warga yang komplain tanah milik mereka dikeruk dan dijadikan lokasi pembuangan sampah dan lumpur sendimen banjir Aceh Tamiang 2025, Sabtu (3/1/2026).Waspada.id/Muhammad Hanafiah

Menurut warga, pada awalnya mereka tidak keberatan di tanah milik mereka untuk tempat pembuangan lumpur sendimen banjir yang bertumpuk di Jalan Panglima Polem dan Jalan Sutoyo, asal tanah pribadi milik mereka tidak dirusak oleh pemerintah.

“Tidak ada yang datang untuk minta izin pada kami pemilik tanah ini,” ungkap warga.

Namun, ungkap warga, tanah pribadi milik mereka dikeruk menuju Sungai Tamiang serta dijadikan lokasi pembuangan lumpur dan sampah, bukan saja yang berasal dari Jalan Panglima Polem dan Jalan Sutoyo, tetapi lumpur dan sampah dari berbagai lokasi lainnya di Kecamatan Kota Kualasimpang.

“Gara-gara tanah kami dikeruk sudah seperti sungai dan dijadikan lokasi pembuangan sampah dan lumpur, tentu saja kami tidak bisa lagi menggunakan tanah kami untuk membangun rumah toko jika pemerintah tidak menimbun kembali tanah milik kami seperti semula sebelum dikeruk dan sebelum dijadikan tempat pembuangan lumpur dan sampah,” ucap Azhari dan warga lainnya.

Warga pemilik tanah menjelaskan, tanah milik pribadi dikeruk dijadikan lokasi pembuangan sampah dan lumpur, lalu sampah dan lumpur seterusny dibuang dihanyutkan ke Sungai Tamiang. “Gara-gara dikeruk untuk dibuat alur pembuangan sampah dan lumpur ke sungai Tamiang, tanah kami longsor tergerus air sungai,” ujar warga.

Menurut warga, setiap hari pascabanjir Aceh Tamiang ada ratusan kali dump truk yang mengangkut sampah dan lumpur dibuang ke lokasi itu. “Kami tidak mengetahui pengerukan tanah milik pribadi kami dan pembuangan sampah dan lumpur atas perintah siapa karena kami tidak mengenal orangnya. Kami tidak bisa lagi menggunakan tanah milik kami untuk membangun ruko karena sudah dikeruk sehingga  terjadi erosi di tanah milik kami,” ungkap warga.

Karena itu, imbuh warga, pemerintah harus menimbun kembali tanah milik mereka seperti semula dan jangan lagi tanah ini dijadikan lokasi pembuangan lumpur dan sampah. “Mulai hari Sabtu  (4/1/2026) besok, kami akan adang dan larang dump truk membuang sampah dan lumpur di tanah kami ini,” pungkas warga pemilk tanah pribadi tersebut.

Sampai berita ini ditayangkan, belum diketahui secara pasti penanggungjawab yang memerintahkan pengerukan tanah milik warga untuk dijadikan lokasi pembuangan sampah dan lumpur. ”Kami tidak tau dan tidak kenal orangnya,” pungkas warga setempat.(id93)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Aceh

KUALASIMPANG (Waspada.id):  Kota Kualasimpang dan beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang kembali dilanda banjir pada Selasa (6/1) akibat hujan deras dan drainase/parit yang tidak berfungsi karena berlumpur. Pantauan Waspada.id menunjukkan,…

Aceh

BIREUEN (Waspada.id): Anggota Komisi V DPR RI, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud mengatakan, kritik dan memberi masukan dalam roda pemerintahan itu hal yang wajar dan…

Aceh

BANDA ACEH (Waspada.id): Dampak dari bencana alam yang melanda Aceh, mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa. Selengkapnya data dari Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hydrometeorology Aceh tahun 2026, Banda Aceh,…

Aceh

BANDA ACEH (Waspada.id):  Gereja Katolik dan Vihara Buddha Takengon bersama relawan lintas agama Aceh Tengah serta jajaran Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kanwil Kemenag Aceh menyalurkan bantuan sembako dan pakaian kepada…