Citizen Journalism

Meski Kehilangan Penglihatan, Anak Nurunah Selamat dari Tumor Kepala Berkat JKN

Meski Kehilangan Penglihatan, Anak Nurunah Selamat dari Tumor Kepala Berkat JKN
Kecil Besar
14px

Di tengah keterbatasan ekonomi, seorang Ibu dari Kecamatan Indra Jaya, Nurunah (51) harus menghadapi kenyataan pahit ketika anaknya yang beru menyelesaikan sekolah di tahun 2024 ternyata didiagnosis menderita tumor di kepala.

Dalam menghadapi cobaan ini, Nurunah merasa sangat terbantu dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. Ia mengaku tidak perlu memikirkan biaya besar yang biasanya menyertai tindakan medis seperti operasi tumor kepala.

“Kalau tidak ada BPJS, kami tidak tahu harus bagaimana. Saya hanya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, tidak punya uang sebanyak itu. Alhamdulillah, semua biaya ditanggung. Kami sangat bersyukur ada program JKN ini,” ungkapnya (07/11)

Nurunah menceritakan bahwa kondisi anak awalnya mengalami kejang, kemudian membawanya ke Puskesmas dan penanganan lebih lanjut di rujuk ke rumah sakit dengan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tumor di kepala yang cukup serius.

“Awalnya kami kira hanya demam biasa, tapi setelah kejang dan dirujuk, baru tahu kalau ada tumor di kepalanya,” ujar sang ibu yang sehari-hari bekerja sebagai Pegawai Tidak Tetap (P3K) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya.

Kondisi ini membuat keluarga harus mengambil keputusan besar. Setelah berkonsultasi dengan tim medis, mereka akhirnya menyetujui tindakan operasi yang dilakukan di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSZA), Banda Aceh. Operasi tersebut menjadi satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa sang anak.
Pasca operasi, sang anak kembali mengalami kejang hebat yang menyebabkan penglihatan mata kanannya hilang. Meski begitu, keluarga tetap bersyukur karena nyawa anak mereka berhasil diselamatkan.

“Setelah operasi, anak kami sempat kejang lagi. Sekarang mata kanannya tidak bisa melihat. Tapi kami tetap bersyukur, karena dia masih bisa hidup,” tuturnya.

Nurunah mengandalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk mengakses layanan BPJS Kesehatan. Selama proses pengobatan, termasuk operasi besar di kepala, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya hingga ratusan juta rupiah. Semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Kalau tidak ada BPJS, kami tidak tahu harus bagaimana. Suami saya pun seorang petani, tidak akan punya uang sebanyak itu,” ungkap Nurunah.

Anak Nurunah saat ini masih dalam masa pemulihan. Meski harus menjalani hidup dengan keterbatasan penglihatan di satu mata, anaknya dan Nurunah berjuang untuk sembuh dan melanjutkan hidupnya. Nurunah berharap Program JKN ini semakin memberikan akses yang merata dan mudah untuk seluruh lapisan masyarakat

“Semoga kedepan pelayanan kesehatan bisa merata dan jika memungkinkan seperti operasi tumor sebelumnya bisa cukup di daerah saja, tanpa harus keluar daerah, sehingga merata di pelosok daerah,” Harapnya.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE