Ekonomi

Andre Wijarnarko: Zona Rokan Salah Satu Kontributor Produksi Minyak Di Indonesia

Andre Wijarnarko: Zona Rokan Salah Satu Kontributor Produksi Minyak Di Indonesia
UNSUR manajemen PHR memberikan paparan dalam sesi independen pada ajang IPA Convex 2025 di Nusantara Hall 3 ICE BSD City, Tangerang. Waspada/Asrirrais
Kecil Besar
14px

TANGERANG (Waspada): Pasca transisi pengelolaan Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina, PHR telah menjalankan andil besar yang menempatkan Zona Rokan sebagai salah satu kontributor produksi minyak di Indonesia.

Transisi dari CPI ke Pertamina yang telah berjalan sejak tahun 2021 lalu, hingga saat ini telah mendorong Zona Rokan menjadi nomor satu dalam produksi hingga tahun 2024.

Hal ini disampaikan General Manager PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Andre Wijarnarko, dalam pemaparannya pada sesi independen dihari terakhir ajang IPA Convex 2025 di Nusantara Hall 3 ICE BSD City, Tangerang, Kamis (22/5).

Pencapaian ini, kata dia, didukung oleh total produksi minyak Blok Rokan yang mencapai 58 juta barel sepanjang tahun 2024. Capaian ini menegaskan posisi PHR sebagai produsen minyak terbesar di tanah air.

Saat ini, lanjut Andre, PHR mengelola sekitar 12.600 sumur aktif. Sumur-sumur migas ini berkontribusi besar dalam upaya peningkatan produksi harian.

Wijanarko menjelaskan, wilayah operasi Blok Rokan sangat luas, yakni mencakup sekitar 6.400 kilometer persegi dengan banyak portofolio, lapangan dan sumur yang tersebar.

Kompleksitas operasi semakin meningkat dengan adanya 35 stasiun pengumpul dan jaringan pipa yang harus dikelola serta dipelihara secara rutin.

Sejak alih kelola tahun 2021, PHR telah melakukan 1.573 pengeboran baru dan sekitar 20.000 aktivitas workover. Aktivitas pengeboran ini didukung hampir 90 unit rig pengeboran dan workover.

Ia mengungkapkan tantangan penurunan produksi alamiah sebesar 30% per tahun jika tidak ada intervensi. “Upaya menghentikan penurunan produksi akan menjadi fokus kami,” ujarnya.

PHR berinvestasi besar dalam inovasi, termasuk penerapan sumur horizontal dan multi-stage fracturing. Selain itu, digitalisasi telah terintegrasi disetiap fungsi operasional, mendukung efisiensi dan optimalisasi produksi.

Integrasi antara pengeboran, workover, dan peningkatan fasilitas permukaan menjadi kunci untuk koordinasi yang baik. Meskipun menghadapi kendala fasilitas yang menua sejak 1952, PHR berkomitmen pada inspeksi dan pemeliharaan ketat untuk memastikan keandalan operasi.

“PHR berupaya me-managing produksi migas, agar mampu menjaga suitnable ability menunjukkan kebutuhan energi nasional. Apalagi, 27 persen produksi minyak PHR menunjang produksi nasional,” sebut Andre.

Bebernya, semua fungsi di lingkungan PHR seperti, drilling, enggineering, IT, development dan planing serta lainnya dilibatkan. “Semua berkolaborasi guna mengejar target produksi telah ditetapkan PHR setiap tahunnya,” kata Andre.

Sementara itu, Operating Head Subsurface Development dan Planning Pertamina Hulu Rokan (OHSDP PHR), M. Taufan, dalam wawancara bersama awak media mengatakan, transisi pengelolaan Blok Rokan dari Chevron ke PHR merupakan terbaik di Indonesia karena mampu menahan laju penurunan produksi migas hingga zero

Menurutnya, kalau tidak melakukan effort tersebut produksi migas di Indonesia khususnya di PHR jauh menurun dari kondisi sekarang ini. “Program-program akan terus kita lanjutkan ke depan dan dikembangkan lagi, guna mempertahan suitnable ability produksi migas,” ujarnya.

“Semuanya harus bekerja sama, seluruh fungsi dalam mempercepat dan penunjang produksi migas PHR. Kami terus menyediakan peralatan handal, secara aman, selamat dan efisien,” kata Andi.

Pada memen yang sama Operation Head Project and Technical Enginering PHR, Erwin Sianturi mengatakan, PHR diberi amanah mencari potensi migas guna mendukung produksi nasional dengan memperhatikan lingkungan lewat cara-cara lebih green.

Peran teknologi AI dapat menjadi partner dalam industri migas. “Melalui AI kita dapat memperoleh data sehingga dapat menghasilkan solusi,” kata VP IT Regional I PHR, Triatmojo Rowawanto.

Menurut dia, pengawasan keselamatan kerja lewat ICCTV menggunakan AI dapat menjadi warning atau peringatan tanda bahaya, jika terjadi pelanggaran kerja.

“Diagram dari pompa di sumur migas perlu dianalisis menggunakan AI akan lebih mudah. Jika sumur mau stop bisa diambil langkah lebih cepat penanganannya, serta lebih efisien menunjang proses produksi migas di PHR,” tukasnya.(a10)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE