JAKARTA (Waspada.id): Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mampu memperkuat stabilitas perbankan nasional, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Kedua bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perjalanan perbankan nasional dalam menghadapi dinamika gejolak ekonomi global yang masih dibayangkan ketidakpastian.
“Ketahanan kinerja BNI dan BTN mencerminkan kemampuan manajerial perbankan nasional dalam menghadapi tekanan global, mulai dari ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga kebijakan proteksionisme perdagangan yang semakin meluas,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron ,di kutip, Rabu (28/1/2026) .
Herman menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi kedua bank di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurutnya, BNI dan BTN menunjukkan ketahanan dan kehandalan manajerial perbankan Indonesia. Secara umum indikator kinerja sudah cukup baik dan perlu terus dipertahankan serta ditingkatkan.
Herman menyoroti kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan yang masih berada dalam batas aman. Karena berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio NPL perbankan nasional tercatat stabil di bawah 3 persen.
“Kondisi tersebut menunjukkan kualitas aset perbankan tetap terjaga, sekaligus menandakan aktivitas sektor ekonomi riil yang masih bertumbuh,” tuturnya.
Herman menilai strategi penyaluran kredit yang merata ke berbagai sektor ekonomi berpotensi memperkuat peran bank tersebut sebagai penggerak pertumbuhan nasional.
Kredit yang disalurkan ke sektor perdagangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga jasa dinilai mampu menciptakan basis pertumbuhan yang berkelanjutan.
Ke depan, Herman mendorong BNI dan BTN untuk terus memperbesar skala bisnis melalui percepatan transformasi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (id88)










