Ekonomi

BBM Subsidi Tetap Stabil, Pemerintah Andalkan APBN Redam Lonjakan Harga Minyak

BBM Subsidi Tetap Stabil, Pemerintah Andalkan APBN Redam Lonjakan Harga Minyak
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yakni Pertalite dan Solar, tetap stabil meski harga minyak dunia kini telah menembus level di atas USD 100 per barel.

Kepastian ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa tekanan kenaikan harga energi akan diserap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga tidak membebani masyarakat.

“Tidak (BBM tidak naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan, nanti kayak negara-negara lain pada panik orang-orang,” ujar Purbaya dikutip dari Antara, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, skema subsidi energi yang diterapkan pemerintah telah dirancang dalam kerangka tahunan, sehingga fluktuasi harga minyak global sudah diantisipasi dalam perencanaan anggaran.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kesehatan fiskal, mulai dari efisiensi belanja hingga optimalisasi penerimaan negara.

“Kan subsidi kita diatur dihitung selama setahun penuh. Meskipun dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Kita akan melakukan langkah-langkah entah penghematan, entah ini peningkatan pendapatan supaya APBN kita aman dan sampai sekarang hitungannya masih aman,” jelasnya.

Purbaya menekankan bahwa APBN berperan sebagai peredam gejolak (shock absorber) di tengah tekanan ekonomi global, khususnya akibat lonjakan harga energi.

Dengan peran tersebut, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa harus menanggung kenaikan biaya yang signifikan.

“Jadi masyarakat mesti ngerti juga bahwa APBN adalah meng-absorb shock seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya, kegiatannya tanpa kenaikan beban yang berlebihan. Itu yang kadang-kadang dilupakan orang,” kata Purbaya.

Ia pun mengingatkan bahwa jika kenaikan harga energi langsung diteruskan ke masyarakat, hal itu berpotensi memicu kepanikan seperti yang terjadi di sejumlah negara lain.

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga energi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Lip6)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE