Ekonomi

Dampak Bencana Mulai Tekan Produksi Cabai Sumut, Harga Pangan Berfluktuasi

Dampak Bencana Mulai Tekan Produksi Cabai Sumut, Harga Pangan Berfluktuasi
Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) pada akhir pekan ini terpantau relatif stabil. Bahkan dalam sepekan terakhir, pergerakan harga pangan di wilayah ini cenderung tidak banyak berubah dibandingkan pekan sebelumnya.
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) pada akhir pekan ini terpantau relatif stabil. Bahkan dalam sepekan terakhir, pergerakan harga pangan di wilayah ini cenderung tidak banyak berubah dibandingkan pekan sebelumnya.

Namun demikian, Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, mengingatkan adanya potensi kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan utama. Hal ini seiring dengan siklus produksi yang dinilai kurang optimal, terutama akibat dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah pada November 2025 lalu.

“Secara umum harga masih stabil. Tetapi ada potensi kenaikan harga di sejumlah kebutuhan pokok, khususnya cabai, karena siklus produksi atau panen yang kurang begitu bagus,” ujar Gunawan, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, dampak banjir tersebut mulai mengganggu produksi dan panen cabai merah maupun cabai hijau di Sumut sejak awal pekan ini, dan diproyeksikan berlanjut hingga Februari mendatang. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga cabai dalam waktu dekat.

“Memang ada panen dari wilayah lain di luar Sumut yang bisa membantu meredam kenaikan harga. Namun saya menilai itu hanya meredam, bukan menghindarkan potensi kenaikan harga,” jelasnya.

Saat ini, harga cabai merah di Sumut ditransaksikan dalam rentang Rp19.000 hingga Rp24.000 per kilogram. Sementara cabai hijau berada di kisaran Rp19.000 per kilogram. Kedua jenis cabai tersebut berpeluang mengalami kenaikan dalam sepekan ke depan, meskipun masih dalam rentang yang terbatas.

Berbeda dengan cabai merah dan hijau, harga cabai rawit yang kini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram justru masih berpeluang turun. Pasokan cabai rawit dari Aceh dinilai masih cukup untuk menekan harga, sangat bergantung pada kelancaran jalur distribusi pasca bencana sebelumnya.

“Untuk cabai caplak, harganya relatif stabil di kisaran Rp50.000 per kilogram dan diproyeksikan tidak akan mengalami perubahan signifikan,” tambah Gunawan.

Sementara itu, harga bawang merah yang saat ini ditransaksikan di kisaran Rp28.000 hingga Rp33.000 per kilogram diproyeksikan akan stabil dalam sepekan ke depan. Harga daging ayam yang berada di rentang Rp33.000 hingga Rp39.000–Rp40.000 per kilogram juga diperkirakan stabil, bahkan hingga menjelang bulan Ramadhan.

Adapun harga daging sapi yang berada di kisaran Rp110.000 hingga Rp140.000 per kilogram di Sumut diproyeksikan akan bergerak fluktuatif, namun masih dalam rentang yang wajar.

Untuk komoditas telur ayam, harga diproyeksikan stabil di kisaran Rp1.600 hingga Rp2.300 per butir. Sementara komoditas strategis lainnya seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng juga diperkirakan tetap stabil.

“Di level produsen, harga beras akan berada di kisaran Rp13.800 hingga Rp14.300 per kilogram seiring mulai melimpahnya pasokan. Gula pasir diproyeksikan berada di rentang Rp17.000 hingga Rp18.500 per kilogram, dan minyak goreng curah di kisaran Rp17.500 hingga Rp18.500 per kilogram,” jelasnya.

Untuk komoditas hortikultura lainnya, seperti tomat, buncis, kol, wortel, hingga kentang, Gunawan memproyeksikan pergerakan harga akan cenderung volatil namun dalam rentang yang terbatas, tidak jauh berbeda dibandingkan pekan sebelumnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE