Ekonomi

Data Tenaga Kerja AS Membaik, IHSG Dibuka Menguat Ke Level 8.969

Data Tenaga Kerja AS Membaik, IHSG Dibuka Menguat Ke Level 8.969
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Data klaim pengangguran awal Amerika Serikat (initial jobless claims) tercatat mengalami kenaikan secara mingguan dari 200 ribu menjadi 208 ribu. Meski meningkat, angka tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan klaim pengangguran mencapai 213 ribu.

Pengamat Pasar Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai data tersebut masih mencerminkan pemulihan kinerja pasar tenaga kerja AS sehingga belum menimbulkan tekanan berarti terhadap pasar keuangan global.

“Data klaim pengangguran AS ini masih tergolong solid dan tidak memberikan sentimen negatif bagi bursa saham, baik di Asia maupun Amerika Serikat,” ujar Gunawan, Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, pelaku pasar kini akan mengalihkan perhatian pada rilis data indeks kepercayaan konsumen domestik yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kinerja sektor keuangan di Indonesia. Selain itu, data penjualan kendaraan bermotor yang telah dirilis sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 14,5 persen secara tahunan (year on year).

“Sejumlah data ekonomi tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik, khususnya IHSG,” kata Gunawan.

Sejalan dengan sentimen tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dibuka menguat di level 8.969. Namun demikian, Gunawan mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai potensi koreksi yang dapat terjadi seiring pergerakan bursa saham Asia yang masih bergerak mixed, meskipun cenderung menguat.

“Potensi koreksi di bursa kawasan Asia masih terbuka dan bisa berdampak pada pergerakan IHSG,” jelasnya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini terpantau melemah ke level Rp16.820 per dolar AS. Pelemahan rupiah berpotensi menjadi beban bagi kinerja IHSG sepanjang sesi perdagangan, terutama di tengah penguatan dolar AS.

Gunawan menjelaskan bahwa penguatan dolar didorong oleh kenaikan signifikan pada USD Index yang pagi ini diperdagangkan di level 98,93. Kondisi tersebut turut menahan laju penguatan harga emas.

“Penguatan USD Index sedikit menekan pergerakan emas, meskipun secara umum harga emas masih menunjukkan kenaikan dibandingkan sesi sebelumnya,” ungkapnya.

Di pasar Asia, harga emas terpantau berada di level 4.475 dolar AS per ons troy, sedikit lebih rendah dibandingkan perdagangan di pasar Amerika Serikat yang sempat berada di kisaran 4.485 dolar AS per ons troy.

“Secara keseluruhan, harga emas masih lebih tinggi dibandingkan perdagangan sore sebelumnya dan saat ini diperdagangkan di kisaran Rp2,43 juta per gram,” pungkasnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE