Ekonomi

Dewan Pengawas Bulog Sidak Pasar, Pastikan Pasokan Beras SPHP dan Minyak Goreng

Dewan Pengawas Bulog Sidak Pasar, Pastikan Pasokan Beras SPHP dan Minyak Goreng
Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perum Bulog Pusat yaitu Irjen Pol. (Purn) Verdianto Bitticaca dan Frans Dabukke saat melakukan sidak ke pasar Sei Sikambing Kota Medan, Kamis 26 Februari 2026.
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Kenaikan harga pangan pokok biasanya terjadi selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) termasuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Hal ini terjadi karena adanya potensi kenaikan permintaan terutama bahan pangan pokok masyarakat termasuk beras dan minyak goreng.

Perum Bulog sebagai salah satu operator Pemerintah dalam penyediaan dan pendistribusian pangan pokok masyarakat, telah mengantisipasi hal ini. Keseriusan Bulog diwujudkan dengan pengecekan secara rutin terutama ke pasar-pasar tradisional. Tidak terkecuali yang dilakukan oleh Bulog Sumut.

Ketersediaan produk, keterjangkauan dan stabilitas harga terutama beras dan minyak goreng akan menjadi salah satu kinerja Bulog sebagai perusahaan milik negara tersebut.

Bahkan sidak oleh Bulog kali ini dilakukan langsung oleh Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perum Bulog Pusat yaitu Irjen Pol. (Purn) Verdianto Bitticaca dan Frans Dabukke ke pasar Sei Sikambing Kota Medan, Kamis 26 Februari 2026.

“Kami ingin memastikan bahwa tugas yang diberikan oleh Pemerintah kepada Bulog dalam penyediaan beras SPHP dan minyak goreng juga dilakukan di wilayah Sumut”, kata Verdianto kepada media.

Kota Medan sebagai salah satu kota yang dicatat inflasinya oleh BPS tak luput dari potensi gangguan distribusi yang berimbas pada kenaikan harga.

Lebih jauh, Verdianto menjelaskan bahwa stok beras dan minyak goreng di Bulog saat ini sangat cukup termasuk di wilayah Sumut. Tercatat stok beras Bulog Sumut sebesar 52.000 ton dan minyak goreng 1,7 juta liter.

“Stok beras masih akan bertambah dari hasil pengadaan gabah/beras dan jika diperlukan sewaktu waktu bisa dikirim dari wilayah lain. Minyak goreng juga sama, setiap hari kami lakukan penyediaan langsung dari pabrik” ungkap Verdianto.

Seperti diketahui bahwa untuk beras SPHP ini akan terus di gelontorkan ke pasar pasar tradisional, warung sembako (RPK) dengan harga maksimal di tingkat konsumen Rp13.100/kg atau Rp65.500/kemasan 5kg. Sedangkan untuk minyak goreng (minyak kita) dengan harga di tingkat konsumen maksimal Rp15.700/liter.

Sementara itu, menurut Frans Dabukke saat ini Bulog juga terus menyerap gabah/beras petani guna memupuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Upaya ini dilakukan sehingga harga gabah di tingkat petani tetap terjaga Rp6.500/kg.

“Semangat petani untuk memproduksi padi juga harus dilakukan, sehingga setiap petani merasa terlindungi karena hasil produksi nya dijamin dengan harga yg layak” ujar Frans.

Seperti diketahui bahwa Indonesia tahun lalu telah mencapai swasembada beras dengan Bulog berhasil menyerap 3 juta ton beras dari produksi dalam negeri dan akan dilanjutkan dengan menyerap 4 juta ton pada tahun ini.

“Nantinya, beras yang diserap ini akan dipergunakan untuk SPHP, bantuan pangan dan bantuan bencana alam seperti yang kemarin terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar,” tutup Frans. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE