MEDAN (Waspada.id): Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Provinsi Sumatera Utara sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$12.396,41 juta, atau naik 14,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Statistisi Ahli Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Misfaruddin mengatakan, kinerja ekspor Sumut menunjukkan tren positif, baik secara tahunan maupun bulanan.
“Peningkatan ekspor ini mencerminkan masih kuatnya permintaan global terhadap komoditas unggulan Sumatera Utara,” ujarnya dalam paparannya, Senin (2/2/2026).
Secara bulanan, nilai ekspor pada Desember 2025 juga mengalami kenaikan dibandingkan Desember 2024. Nilai ekspor tercatat meningkat dari US$988,90 juta menjadi US$1.038,65 juta, atau tumbuh 5,02 persen.
Berdasarkan golongan barang, peningkatan ekspor terbesar selama Januari–Desember 2025 terjadi pada golongan lemak dan minyak hewan nabati, yang naik sebesar US$1.141,99 juta atau 27,92 persen. Selanjutnya, golongan berbagai produk kimia juga mengalami pertumbuhan signifikan, meningkat US$528,59 juta atau 37,8 persen.
Namun demikian, tidak semua golongan barang mengalami peningkatan. Misfaruddin menyebut, dari sepuluh golongan barang utama, golongan ikan dan udang tercatat mengalami penurunan ekspor sebesar US$26,85 juta atau turun 7,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor terbesar Sumatera Utara sepanjang 2025 dengan nilai mencapai US$2.154,32 juta. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat sebesar US$1.505,15 juta, dan India sebesar US$853,28 juta.
“Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 36,40 persen dari total ekspor Sumatera Utara,” jelas Misfaruddin.
Sementara itu, jika dilihat berdasarkan kelompok negara utama tujuan ekspor, kawasan Asia di luar ASEAN menjadi tujuan terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$4.600,92 juta, atau berkontribusi 37,11 persen terhadap total ekspor Sumatera Utara selama Januari–Desember 2025. (id09)











