EkonomiTeknologi

F5 Mendorong Kemajuan Keamanan Aplikasi Enterprise untuk Era AI dan Pascakuantum

F5 Mendorong Kemajuan Keamanan Aplikasi Enterprise untuk Era AI dan Pascakuantum
Kecil Besar
14px

Inovasi keamanan terbaru di F5 Application Delivery and Security Platform menyatukan perlindungan berbasis AI, akses zero trust, dan kesiapan menghadapi era pascakuantum di seluruh lingkungan hybrid multicloud

JAKARTA,( Waspada.id); Indonesia – 1 April 2026 – Baru-baru ini, di ajang AppWorld, F5 (NASDAQ: FFIV), pemimpin global dalam menghadirkan dan mengamankan setiap aplikasi dan API, memperkenalkan kemampuan keamanan terbaru yang memperkuat perlindungan terhadap aplikasi modern dan berbasis AI. Terintegrasi dalam F5 Application Delivery and Security Platform (ADSP), inovasi tersebut menyatukan perlindungan dari ancaman cerdas, kontrol akses zero trust, dan arsitektur yang crypto-agile untuk membantu perusahaan mengamankan aplikasi yang terdistribusi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi risiko baru di era pascakuantum.

“Tim keamanan tidak membutuhkan lebih banyak alarm. Mereka membutuhkan lebih sedikit celah,” kata Kunal Anand, Chief Product Officer F5. “ADSP mendekatkan siklus dari pengidentifikasian risiko hingga penerapan perlindungan. Ini mencakup transisi dari kerentanan model IT yang terdeteksi menuju runtime guardrails yang tervalidasi, penilaian risiko berbasis AI, dan jalur praktis menuju zero trust dan kesiapan pascakuantum. Intinya sederhana: bergerak lebih cepat sambil mengurangi lanskap ancaman yang dihadapi.”

Perlindungan berbasis AI untuk ancaman modern
Seiring organisasi meningkatkan skala aplikasi mereka di pusat data, lingkungan hybrid multicloud, hingga edge, mereka membutuhkan respons yang lebih cepat dan lebih cerdas untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang. F5 menjawab kebutuhan ini melalui perlindungan berbasis AI dalam F5 ADSP, dengan mengotomatiskan kemampuan web application firewall (WAF). Pendekatan ini membantu mengurangi beban operasional sekaligus meningkatkan kemampuan deteksi ancaman, dan menjembatani kesenjangan antara identifikasi risiko dan mitigasi.

Fitur terbaru di F5 ADSP, F5 AI Remediate, akan menutup kesenjangan antara identifikasi kerentanan model AI melalui F5 AI Red Team dan menerapkan perlindungan runtime yang tervalidasi melalui F5 AI Guardrails. AI Remediate mempercepat waktu respons dengan mengotomatiskan proses pembuatan, optimasi, dan validasi paket guardrails yang terarah, sehingga tim keamanan dapat menerapkan perlindungan berbasis bukti langsung ke dalam lingkungan produksi dengan persetujuan manusia. Sebagai bagian dari ADSP, AI Remediate membantu organisasi mengurangi risiko paparan dengan cepat tanpa mengganggu aplikasi AI yang sedang berjalan, sekaligus menghilangkan tugas-tugas repetitif dan mendukung pengadopsian AI yang lebih akuntabel.

Selain itu, rilis terbaru F5 Distributed Cloud WAF menghadirkan penilaian risiko berbasis AI, yang mengubah proses manual menjadi perlindungan otomatis. Dengan kebijakan pemblokiran berbasis outcome, tim CISOs, SecOps, dan NetOps dapat mengeliminasi ancaman, mengurangi beban operasional, dan mempercepat waktu perlindungan, sambil mempertahankan tingkat false positive yang rendah berkat analisis berlapis. Solusi F5 Web Application and API Protection (WAAP) seperti ini juga membantu meminimalkan ketergantungan pada pengecualian berbasis signature dan proses tuning yang rumit, terutama bagi perusahaan dengan portofolio aplikasi yang besar. Baik untuk melindungi hardware di on-premise, maupun sistem virtual, aplikasi SaaS berbasis cloud, hingga penerapan berbasis kontainer, F5 menghadirkan keamanan kelas enterprise yang konsisten di seluruh ekosistem.

Keamanan di era agentic AI

F5 memperkenalkan kemampuan baru yang kuat di F5 Distributed Cloud Bot Defense untuk menjawab tantangan baru dari otomatisasi berbasis AI. Fitur-fitur ini dirancang untuk melawan distorsi analitik, penyalahgunaan otomatis (automated abuse), dan upaya penyamaran (impersonation) oleh agen AI, ancaman yang semakin berdampak terhadap pengguna maupun bisnis.

Di dalam F5 ADSP, Distributed Cloud Bot Defense kini menawarkan visibilitas yang lebih mendalam terhadap trafik aplikasi, dengan kemampuan membedakan secara jelas antara manusia, bot, dan agen AI. Hanya agen AI yang tepercaya dan telah diverifikasi yang diizinkan untuk berinteraksi dengan aplikasi, sehingga aktivitas berbahaya atau tidak terkelola dapat diblokir, sekaligus memungkinkan praktik agentic commerce yang aman dan terkendali. Dengan tata kelola terpadu dan kontrol kebijakan yang konsisten untuk interaksi manusia, bot, dan agen AI, kemampuan baru ini membantu organisasi melindungi pendapatan dari dampak otomatisasi yang berbahaya dan ambil bagian dengan percaya diri dalam ekonomi agentic yang terus berkembang.

ADSP kini juga mengintegrasikan F5 Distributed Cloud Web App Scanning dengan F5 BIG-IP Advanced WAF, menghadirkan deteksi kerentanan yang skalabel dan otomatis bagi pelanggan BIG-IP. Tim keamanan dapat mengidentifikasi ancaman melalui automated penetration testing dan dengan cepat menerapkan virtual patches yang presisi. Integrasi ini menyederhanakan proses deteksi kerentanan dan respons terhadap eksploitasi, sekaligus mempercepat perlindungan. Pendekatan ini menegaskan keunggulan platform F5: keamanan yang terpadu di seluruh lapisan hardware, software dan SaaS, dengan fleksibilitas tak tertandingi untuk melindungi aplikasi dan API di berbagai lingkungan.

Zero trust terpadu di seluruh lingkungan hybrid multicloud

F5 terus mengembangkan BIG-IP Access Policy Manager (APM) menjadi BIG-IP Zero Trust Access, dengan penekanan pada kemampuan zero trust application access (ZTAA) sebagai bagian dari ADSP. Berbeda dengan solusi zero trust network access (ZTNA) berbasis SaaS, BIG-IP Zero Trust Access menghadirkan operasi hybrid zero trust dengan penerapan kebijakan yang berkelanjutan, berbasis identitas dan konteks, untuk aplikasi modern, cloud, SaaS, hingga aplikasi legacy. Melalui validasi setiap permintaan (pre-request validation) yang membatasi pergerakan lateral, solusi ini memperkuat keamanan aplikasi di berbagai lingkungan akses, mendukung Identity Aware Proxy, SSL VPN, atau IPsec VPN di atas platform yang siap menghadapi kriptografi pascakuantum (post-quantum cryptography/PQC). BIG-IP Zero Trust Access menyediakan jalur yang mulus bagi organisasi untuk menerapkan prinsip zero trust sekaligus memperluas visi ADSP F5.

API discovery dan opsi keamanan baru dalam F5 Distributed Cloud API Security menghadirkan fleksibilitas dan kontrol yang lebih besar bagi lingkungan aplikasi modern dan hybrid. Peningkatan ini mencakup out-of-band discovery di berbagai data plane, termasuk BIG-IP, NGINX, Kong, dan Apigee. Selain itu, F5 juga memperkenalkan solusi software keamanan API yang dapat diterapkan untuk lingkungan air-gapped, industri yang sangat diawasi ketat regulasi, maupun kondisi dengan keterbatasan cloud. Pendekatan Ini memungkinkan organisasi tetap memiliki visibilitas dan kontrol penuh terhadap API tanpa koneksi eksternal, sekaligus memenuhi tuntutan regulasi dan kedaulatan data. Dengan integrasi yang mulus ke arsitektur yang sudah ada, F5 memperluas visi ADSP melalui kemampuan API discovery dan keamanan yang dapat diterapkan di berbagai lingkungan tanpa mengganggu performa aplikasi atau alur kerja.

Membangun untuk masa depan: Crypto-agility dan kesiapan pascakuantum

F5 semakin memperkuat posisinya dalam kesiapan PQC dengan menghadirkan solusi crypto-agile yang komprehensif dalam platform terpadu ADSP. Dengan dukungan terhadap kelompok hybrid TLS cipher, F5 memungkinkan implementasi keamanan pascakuantum secara langsung tanpa mengorbankan kompatibilitas dengan alur kerja kriptografi yang sudah ada, memastikan pendekatan yang praktis dan selaras dengan standar yang ada dalam menghadapi ancaman komputasi kuantum di masa depan. Seiring organisasi terus bersiap menghadapi potensi datangnya Q-Day dan memenuhi persyaratan keamanan yang tangguh dalam menghadapi ancaman kuantum, F5 secara proaktif menghadirkan perlindungan yang siap digunakan hari ini. Pendekatan ini akan membantu meminimalkan risiko jangka panjang sekaligus menjaga keamanan di seluruh infrastruktur hybrid.

Secara keseluruhan, inovasi keamanan terbaru dari F5 mewujudkan janji ADSP dalam menghadirkan delivery aplikasi yang mulus dan keamanan siber yang kuat di berbagai skenario implementasi. Pendekatan platform terpadu ini memungkinkan perusahaan memenuhi kebutuhan keamanan mereka dengan lebih efektif dan konsisten di berbagai lingkungan.

Menurut Gartner®, “Organisasi sebaiknya memulai dengan mengevaluasi solusi berbasis platform terlebih dahulu, dan banyak yang akan menemukan bahwa mereka perlu menggabungkan CDN, WAF, atau solusi perlindungan ancaman API dengan API gateway. Sekali lagi, kuncinya adalah mencari platform yang sudah ada dan dapat diperluas, atau platform baru yang menawarkan kemampuan gabungan yang signifikan di berbagai kategori perlindungan. Pendekatan ini membantu meminimalkan jumlah komponen bergerak yang harus dikelola dan mencegah ‘proxy overload,’ yang bisa memicu risiko berlebih terhadap performa dan ketersediaan.”1

Dengan pendekatan berbasis platform dari F5, perusahaan punya pilihan yang lebih banyak untuk menjangkau pengguna mereka di mana pun mereka beroperasi, mengamankan aplikasi di ekosistem hybrid cloud, multicloud, edge, maupun on-premises, sekaligus mengurangi kompleksitas dan mempercepat waktu untuk bertindak. Informasi lebih lanjut tersedia dalam press release tambahan yang secara khusus membahas F5 ADSP.(id12)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE