EkonomiNusantaraTeknologi

F5 Tingkatkan Application Delivery and Security Platform melalui API Discovery yang Komprehensif dan Peningkatan Application Delivery

F5 Tingkatkan Application Delivery and Security Platform melalui API Discovery yang Komprehensif dan Peningkatan Application Delivery
Kecil Besar
14px

Pembaruan ini menghadirkan insight API yang lebih mendalam, keamanan yang lebih kuat, serta konektivitas jaringan yang lebih mulus pada F5 Application Delivery and Security Platform (ADSP)

JAKARTA, (Waspada.id); Indonesia, 26 Januari 2026 – F5 (NASDAQ: FFIV) baru-baru ini mengumumkan peningkatan signifikan pada F5 Application Delivery and Security Platform (ADSP). Pembaruan terbaru ini berfokus pada penguatan kapabilitas API discovery, peningkatan deteksi ancaman, serta optimalisasi konektivitas jaringan, yang menegaskan komitmen F5 dalam menghadirkan visibilitas terpadu, keamanan, dan efisiensi operasional di lingkungan hybrid dan multicloud.

Peningkatan kemampuan ini dihadirkan dalam rilis terbaru F5 Distributed Cloud Services versi 7.0, yang menandai pembaruan signifikan untuk memperkuat visibilitas serta memberikan kontrol yang lebih besar dalam melindungi API. Rilis ini mencerminkan inovasi berkelanjutan F5 dalam Distributed Cloud Services serta peran yang semakin penting dalam F5 ADSP.

“API ada di mana-mana dan menjadi penggerak setiap koneksi antara aplikasi, pengguna, dan data,” ujar Kunal Anand, Chief Product Officer F5. “Dengan kemampuan baru ini, kami memberikan visibilitas dan kontrol API yang terpadu bagi organisasi, baik yang didukung oleh F5 BIG-IP, F5 NGINX, maupun Distributed Cloud Services, termasuk di lingkungan yang terproteksi (air-gapped). Kami menyederhanakan kompleksitas dengan memberikan kontrol instan kepada tim atas bot defense, operasi cloud-native, dan konektivitas jaringan, semuanya dalam satu platform. Hasilnya, perusahaan dapat berinovasi lebih cepat, bertahan dengan lebih cerdas, dan melakukan pengembangan di mana saja, tanpa kompromi.”

Peningkatan utama pada F5 ADSP meliputi:

Perluasan discovery dan visibilitas API
Opsi API discovery yang lebih luas dan fleksibel membantu pelanggan memvisualisasikan endpoint tersembunyi, alur data sensitif, serta kontrol yang tidak konsisten, di berbagai lingkungan termasuk BIG-IP, NGINX, proxy/gateway tambahan, hingga lingkungan yang terproteksi (air-gapped), semuanya tanpa perlu merombak arsitektur aplikasi atau mengubah jalur traffic.
API discovery untuk BIG-IP kini tersedia secara umum, memungkinkan visibilitas pada jaringan yang terpisah (out-of-band) di sistem BIG-IP TMOS (v15.1+). API discovery untuk NGINX dan proxy/gateway tambahan, termasuk NGINX OSS, NGINX Plus, Kong, dan Apigee, tersedia dalam akses awal (early access), serta memungkinkan pelanggan menyatukan inventaris dan analisis di lingkungan heterogen. Untuk industri yang regulated dan pelanggan dengan persyaratan kedaulatan data yang ketat, API discovery lokal juga tersedia dalam early access sebagai opsi air-gapped yang menghadirkan visibilitas yang sama tanpa mengirimkan data apa pun ke cloud.

Peningkatan pengujian API dan deteksi ancaman

Selain opsi API discovery baru, rilis ini memperluas cakupan pengujian API untuk menangani lebih banyak kerentanan yang tercantum dalam OWASP API Top 10. Pembaruan ini menghadirkan kemampuan deteksi baru dan yang ditingkatkan pada kategori ancaman utama, seperti API1 – Broken Object Level Authorization (BOLA), API2 – Broken Authentication, API3 – Broken Object Property Level Authorization (BOPLA), dan API5 – Broken Function Level Authorization. Peningkatan ini membantu organisasi untuk mengidentifikasi ancaman secara lebih akurat sejak dini, menjaga postur keamanan yang kuat di ekosistem API yang kompleks, serta secara proaktif mencegah serangan dan eksploitasi.
Penguatan Kemampuan F5 Distributed Cloud Bot Defense

Bot Defense kini terintegrasi lebih kuat dengan layanan terkelola F5, sekaligus memperluas kemampuan self-service melalui routing native di konsol untuk menyederhanakan proses onboarding. Integrasi ini merampingkan keseluruhan proses penyiapan, memungkinkan organisasi dengan mudah melakukan onboarding aplikasi dan layanan untuk bot protection tanpa konfigurasi yang rumit atau beban operasional tambahan. Routing native di konsol memastikan kebijakan keamanan dapat diterapkan dengan cepat dan tepat sasaran, sehingga mengurangi waktu dan keahlian yang diperlukan untuk mengamankan aset digital.
Pembaruan ini memberikan pelanggan kontrol yang lebih besar atas kebijakan deteksi bot serta kemampuan untuk memodifikasi dan menerapkan aturan sesuai kebutuhan. Organisasi dapat menyesuaikan strategi bot defense sesuai dengan lanskap ancaman yang mereka hadapi, memungkinkan respons cepat terhadap pola serangan baru yang muncul atau kebutuhan bisnis. Hal ini membantu pelanggan selangkah lebih maju dari ancaman otomatis yang terus berkembang, memastikan perlindungan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan false positive dan hambatan operasional. Proses investigasi juga ditingkatkan dengan aturan penyaringan yang lebih efektif menggunakan regex operator, serta opsi filter baru seperti “contains”, “not contains”, “starts with”, dan “ends with” untuk meningkatkan analisis ancaman dan mempercepat proses penyelesaian.

Peningkatan operasional untuk lingkungan cloud-native

Pelanggan kini dapat memanfaatkan peningkatan operasional terbaru, termasuk kerangka kerja service discovery yang dimodernisasi untuk lingkungan Kubernetes dan Consul. Pembaruan ini memungkinkan organisasi memetakan layanan yang terdeteksi secara efisien ke masing-masing tenant serta menerapkan role-based access control (RBAC) native yang kuat. Dengan meningkatkan isolasi antar-namespace dan menyederhanakan pengelolaan akses yang aman, kemampuan ini menjadi penting bagi perusahaan yang ingin melakukan pengembangan pada beban kerja cloud-native mereka dengan lebih percaya diri.

Peningkatan jaringan tingkat lanjut

F5 Distributed Cloud Network Connect kini menghadirkan routing intelligence yang lebih luas dan integrasi ekosistem yang lebih mulus. Dengan dukungan konektor eksternal dan kebijakan routing BGP, Network Connect memperluas konektivitas dengan secara otomatis membuat tunnel aman ke router SD-WAN dan perangkat jaringan pihak ketiga. Melalui kebijakan routing BGP, perusahaan kini memperoleh kontrol yang lebih granular atas alur trafik dengan penyaringan rute inbound dan outbound serta opsi kustomisasi lanjutan, sementara peningkatan visibilitas debugging juga mempercepat proses troubleshooting dan meningkatkan kepastian operasional.

Mendorong strategi platform F5
Peningkatan ini menjadikan rilis ini sebagai langkah maju yang penting bagi Distributed Cloud Services, memperkuat posisinya dalam F5 ADSP dan mendukung strategi platform perusahaan.

Materi Pendukung
Blog: New 7.0 release of F5 Distributed Cloud Services accelerates F5 ADSP adoption
Blog: Stay ahead of API security risks with our latest F5 Distributed Cloud release
Blog: Latest release of F5 Distributed Cloud Bot Defense unlocks next-level features and enhancements.(Id12)

Tentang F5

F5, Inc. (NASDAQ: FFIV) adalah pemimpin global dalam menghadirkan dan mengamankan setiap aplikasi. Didukung oleh pengalaman lebih dari tiga dekade, F5 telah membangun platform terdepan di industri, F5 Application Delivery and Security Platform (ADSP), untuk menghadirkan dan mengamankan setiap aplikasi dan setiap API, di mana pun: baik di lingkungan on-premise, cloud, edge, maupun di lingkungan hybrid dan multicloud. F5 berkomitmen untuk terus berinovasi dan bermitra dengan organisasi-organisasi terbesar dan paling maju di dunia guna menghadirkan pengalaman digital yang cepat, andal, dan aman. Bersama-sama, kami saling mendukung untuk berkembang dan mewujudkan dunia digital yang lebih baik.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE