MEDAN (Waspada.id): Harga cabai merah di Sumatera Utara kembali menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Fluktuasi harga yang terjadi sejak awal Ramadan dinilai sesuai dengan proyeksi sebelumnya, menyusul gangguan panen di sejumlah sentra produksi akibat bencana pada November lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada 1 Ramadan harga cabai merah sempat turun hingga Rp23.000 per kilogram. Di sejumlah titik perdagangan lainnya, harga berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.500 per kilogram mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan.
Namun, pada Sabtu (21/2), harga melonjak hingga Rp40.000 per kilogram di sejumlah pedagang, bahkan menyentuh Rp42.000 per kilogram di titik lain. Sehari berselang, harga kembali terkoreksi ke kisaran Rp35.000–Rp38.000 per kilogram. Meski sempat turun, pergerakan dalam tiga hari terakhir menunjukkan kecenderungan naik.
Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa dinamika ini sudah diperkirakan sebelumnya.
“Gangguan panen di beberapa sentra produksi akibat bencana pada November lalu memang berdampak pada pola pasokan. Walaupun konsumsi masyarakat pasca 1 Ramadan relatif kembali normal, tekanan harga tetap terjadi,” ujar Gunawan, Senin (23/2).
Ia menambahkan, secara total pasokan cabai merah di Sumut sebenarnya masih mencukupi, bahkan surplus dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat lokal. Namun, distribusi ke luar daerah menjadi faktor penentu.
“Sumut selama ini menjadi salah satu pemasok cabai merah ke sejumlah wilayah seperti Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat hingga Jambi. Ketika pasokan dari daerah lain terbatas, permintaan dari luar Sumut tetap konsisten. Jika aliran distribusi keluar berkurang sementara permintaan bertahan, maka harga terdorong naik,” jelasnya.
Menurut Gunawan, kondisi ini menjadi bukti bahwa surplus produksi di satu wilayah tidak otomatis menjamin harga tetap stabil.
“Harga cabai di Sumut juga sangat dipengaruhi pembentukan harga di wilayah lain. Jika tren kenaikan di provinsi tujuan distribusi terus berlanjut, maka harga di Sumut hampir pasti akan ikut menyesuaikan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, apabila pasokan dari Sumut, Aceh hingga Jawa tidak sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan wilayah dengan basis konsumen besar, maka cabai merah berpotensi kembali menjadi salah satu penyumbang inflasi nasional, termasuk di Sumatera Utara.
Tim Pemantau Harga Pangan Sumut saat ini terus memonitor perkembangan distribusi dan pergerakan harga antarwilayah guna mengantisipasi lonjakan yang lebih tajam menjelang pertengahan Ramadan. (id09)











