MEDAN (Waspada.id): Harga cabai merah di Sumatera Utara (Sumut) yang sebelumnya sempat menyentuh level Rp40 ribuan per kilogram kini berbalik arah secara drastis. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas tersebut turun tajam hingga menyentuh Rp17 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.
Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di Kota Medan, harga cabai merah tercatat turun dari Rp35.500 per kilogram pada 19 Februari menjadi Rp25.100 per kilogram Rabu (25/2). Artinya, terjadi penurunan sekitar 29,3 persen dalam kurun waktu sepekan.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, di Pasar Tradisional Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, harga cabai merah bahkan dijual hingga Rp17 ribu per kilogram.
Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan bahwa penurunan tajam ini terjadi di tengah kekhawatiran sebelumnya terkait potensi gangguan panen cabai merah di Sumut yang diprediksi bisa memicu lonjakan harga di provinsi tetangga.
“Secara mengejutkan harga cabai merah di Sumut justru turun tajam. Padahal sebelumnya ada kekhawatiran gangguan panen akan memicu kenaikan harga, terutama di wilayah yang selama ini mendapat pasokan dari Sumut,” ujar Gunawan.
Ia menjelaskan, kondisi berbeda justru terlihat di Provinsi Riau dan Sumatera Barat. Mengacu pada PIHPS, harga cabai merah di Riau saat ini berada di kisaran Rp55.650 per kilogram, sementara di Sumatera Barat sekitar Rp43.500 per kilogram.
Sebagai perbandingan, sepekan lalu harga cabai merah di Riau tercatat Rp60.450 per kilogram dan di Sumatera Barat Rp53.650 per kilogram. Tren penurunan harga di dua wilayah tersebut dinilai sejalan dengan penurunan harga yang terjadi di Sumut.
“Ini menunjukkan bahwa pembentukan harga cabai merah di Sumut cukup memengaruhi dinamika harga di wilayah lain, khususnya Riau dan Sumatera Barat,” jelasnya.
Meski demikian, Gunawan mengingatkan agar pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tidak terlena dengan penurunan harga saat ini.
“Pasar masih sangat dinamis. Pergerakan harga cabai merah sangat volatile dan bisa berubah cepat. Pemerintah tidak boleh berpangku tangan hanya karena harga sedang turun,” tegasnya.
Ia menambahkan, perkembangan harga ke depan akan sangat ditentukan oleh kondisi produksi, distribusi, serta permintaan antarwilayah. “Oleh karena itu, koordinasi dan langkah antisipatif tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan menekan potensi gejolak inflasi pangan di Sumut,” pungkasnya. (id09)











