Ekonomi

Harga CPO Tertekan, Kekhawatiran Permintaan China Jadi Pemicu

Harga CPO Tertekan, Kekhawatiran Permintaan China Jadi Pemicu
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali melemah pada perdagangan Jumat (6/2/2026), memperpanjang tren penurunan selama dua hari berturut-turut. Pelemahan harga CPO dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan permintaan dari China.

Mengutip Investor.id, berdasarkan data penutupan BMD, kontrak berjangka CPO Februari 2026 turun 39 Ringgit Malaysia menjadi 4.082 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak Maret 2026 terpangkas lebih dalam sebesar 56 Ringgit Malaysia ke level 4.121 Ringgit Malaysia per ton.

Tekanan jual juga terjadi pada kontrak bulan berikutnya. Kontrak CPO April 2026 terkoreksi 52 Ringgit Malaysia menjadi 4.151 Ringgit Malaysia per ton, sementara kontrak Mei 2026 melemah 51 Ringgit Malaysia ke posisi 4.163 Ringgit Malaysia per ton.

Adapun kontrak Juni 2026 turun 46 Ringgit Malaysia menjadi 4.158 Ringgit Malaysia per ton, dan kontrak Juli 2026 juga melemah 46 Ringgit Malaysia ke level 4.150 Ringgit Malaysia per ton.

Research and Development ICDX, Girta Yoga, menjelaskan pergerakan harga CPO saat ini berada dalam tren bearish. Sentimen utama yang membebani harga berasal dari potensi berkurangnya permintaan China, menyusul kabar bahwa negara tersebut berencana meningkatkan pembelian kedelai dari Amerika Serikat pada musim ini.

“Level resistance terdekat berada di harga 4.250 Ringgit Malaysia per ton, sementara level support terdekat ada di 4.100 Ringgit Malaysia per ton,” ujar Yoga kepada Investor Daily, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, dalam sepekan terakhir harga CPO telah melemah sebesar 1,16%. Meski demikian, secara year to date (YTD) sepanjang 2026, harga CPO masih mencatatkan kenaikan sebesar 3,21%. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE