Ekonomi

Harga Daging Ayam Turun, Daging Sapi Stabil Jelang Lebaran

Harga Daging Ayam Turun, Daging Sapi Stabil Jelang Lebaran
Harga sejumlah komoditas pangan strategis di Sumatera Utara terpantau relatif stabil menjelang Hari Raya Idulfitri. Bahkan, harga daging ayam di Kota Medan tercatat mengalami penurunan tipis, sementara harga daging sapi masih bertahan stabil meskipun permintaan mulai meningkat.
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Harga sejumlah komoditas pangan strategis di Sumatera Utara terpantau relatif stabil menjelang Hari Raya Idulfitri. Bahkan, harga daging ayam di Kota Medan tercatat mengalami penurunan tipis, sementara harga daging sapi masih bertahan stabil meskipun permintaan mulai meningkat.

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kondisi ini cukup berbeda dibandingkan pola tahun-tahun sebelumnya, di mana harga daging ayam maupun daging sapi biasanya mulai naik pada H-7 hingga hari Lebaran.

“Berdasarkan hasil pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam di Kota Medan justru mengalami penurunan tipis. Hari ini rata-rata berada di kisaran Rp42.200 per kilogram, turun dari harga pada Jumat pekan lalu yang masih sekitar Rp42.400 per kilogram,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga tersebut terjadi di tengah peningkatan pasokan daging ayam di pasar. Secara mingguan, pasokan daging ayam tercatat meningkat sekitar 7 persen.

Di sisi lain, permintaan masyarakat menjelang Lebaran memang mulai mengalami kenaikan. Gunawan menyebutkan bahwa permintaan daging pada periode H-7 hingga menjelang Idulfitri biasanya meningkat sekitar 35 hingga 60 persen dibandingkan hari normal.

Sementara itu, harga daging sapi di Kota Medan masih terpantau stabil di kisaran Rp137 ribu hingga Rp144 ribu per kilogram. Stabilnya harga ini terjadi meskipun permintaan mulai meningkat menjelang Lebaran.

“Dari hasil pengamatan langsung di sejumlah rumah potong hewan, terlihat adanya peningkatan jumlah sapi hidup yang dipotong. Jika pada hari biasa hanya sekitar 16 hingga 18 ekor per hari, saat ini meningkat menjadi sekitar 28 ekor per hari sejak H-7 Lebaran,” jelasnya.

Gunawan menilai stabilnya harga daging ayam dan sapi saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah keseimbangan antara sisi permintaan dan ketersediaan pasokan di pasar. Selain itu, program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah juga dinilai turut membantu menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

“Program GPM memberikan subsidi harga kepada masyarakat. Selain mendapatkan harga yang lebih murah, masyarakat juga memperoleh bonus seperti telur ayam dan karkas daging sapi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam program tersebut masyarakat bahkan hanya perlu melakukan pembayaran sebesar Rp1 melalui sistem QRIS untuk mendapatkan bonus tambahan tersebut.

Meski demikian, Gunawan mengingatkan agar program tersebut tetap tepat sasaran.

“Program ini tentu sangat membantu masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Namun perlu pengawasan agar tidak menimbulkan moral hazard, misalnya dimanfaatkan oleh masyarakat mampu atau pelaku usaha yang sebenarnya kurang layak menerima bantuan tersebut,” pungkasnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE