Ekonomi

Harga Emas Cetak Rekor, Bitcoin Bangkit

Harga Emas Cetak Rekor, Bitcoin Bangkit
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi baru bersamaan dengan kebangkitan Bitcoin, memunculkan pertanyaan besar di pasar: seberapa lama reli ganda atau dual bull ini bisa bertahan?

Dikutip dari Coinmarketcap, Senin (12/1/2026), harga emas spot sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di USD 4.600,33 per troy ounce pada 12 Januari 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, serta ekspektasi pasar yang kian kuat terhadap potensi penurunan suku bunga Amerika Serikat.

Di waktu yang hampir bersamaan, Bitcoin juga mengalami pemulihan signifikan. Aset kripto terbesar di dunia tersebut diperdagangkan kembali ke area USD 91.645, dengan pergerakan harian di kisaran USD 90.225 hingga USD 92.369.

Namun, sorotan utama pasar bukan sekadar fakta bahwa emas dan Bitcoin sama-sama menguat. Investor kini mulai memperlakukan emas sebagai aset lindung nilai utama yang merespons cepat kondisi risk-off, sementara Bitcoin dipandang sebagai penyimpan nilai berisiko tinggi (high-beta store of value) yang sangat bergantung pada kondisi likuiditas dan dinamika pasar derivatif.

Dengan kata lain, emas saat ini memimpin reli, sementara Bitcoin masih membutuhkan konfirmasi tambahan sebelum mampu menyamai laju penguatan tersebut secara konsisten.

Dakwaan Pidana Jerome Powell

Penguatan harga emas didorong oleh kombinasi langka sejumlah faktor risiko yang terjadi secara bersamaan. Ketidakpastian geopolitik, volatilitas kebijakan ekonomi, hingga kekhawatiran terhadap stabilitas kerangka kebijakan moneter global menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan aset non-sovereign seperti emas.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengungkapkan bahwa pemerintah mengancamnya dengan dakwaan pidana. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS. Secara terpisah, ABC News juga melaporkan bahwa jaksa federal AS telah meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap Powell, yang kemudian dikonfirmasi langsung olehnya.

Ketika ketidakpastian institusional seperti ini meningkat, emas biasanya menjadi aset yang paling cepat direspons pasar. Likuiditasnya tinggi, diterima secara global, dan mampu menyerap arus dana besar saat investor menghindari risiko.

Sementara itu, meski Bitcoin turut bangkit, pergerakannya cenderung tertahan oleh struktur pasar. Saat ini, harga Bitcoin banyak dipengaruhi oleh arus dana ETF dan aktivitas lindung nilai di pasar derivatif. CoinDesk mencatat, dinamika gamma dari posisi opsi besar membuat harga Bitcoin kerap bergerak dalam rentang sempit, meski sentimen makro secara umum mendukung.

Butuh Pemicu Tambahan

Kondisi tersebut tidak berarti permintaan terhadap Bitcoin melemah. Namun, reli berkelanjutan biasanya membutuhkan pemicu tambahan yang mampu menembus tekanan lindung nilai, atau perubahan posisi pasar yang signifikan.

Hubungan antara emas dan Bitcoin memang nyata, tetapi bukan hubungan satu banding satu. Narasi dual bull biasanya bekerja optimal ketika kedua aset merespons faktor dasar yang sama, seperti melemahnya kepercayaan terhadap mata uang fiat atau pelonggaran likuiditas global. Dalam situasi ini, emas cenderung bergerak lebih dulu, sementara Bitcoin menyusul dengan jeda waktu.

Keberlanjutan reli ganda ini ditentukan oleh tiga faktor utama. Pertama, apakah risiko kebijakan tetap tinggi, khususnya terkait kredibilitas bank sentral. Kedua, apakah volatilitas Bitcoin mampu keluar dari tekanan lindung nilai pasar derivatif. Ketiga, apakah kondisi likuiditas global berhenti mengetat atau mulai melonggar.

Secara praktis, reli ini dapat dibaca sebagai reli penyimpan nilai dengan dua kecepatan. Emas berperan sebagai pelindung cepat terhadap risiko geopolitik dan kebijakan, dengan volatilitas lebih rendah. Bitcoin ikut menguat, namun jalurnya sangat dipengaruhi mekanisme ETF dan derivatif.

Jika seluruh faktor tersebut selaras, reli dual bull berpotensi berkembang menjadi tren makro yang lebih tahan lama. Namun jika tidak, pasar kemungkinan akan melihat harga emas tetap kuat, sementara Bitcoin bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas. (Lip6)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE