MEDAN (Waspada.id): Tren kenaikan harga emas kembali menjadi sorotan masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas terus mencetak rekor tertinggi baru tanpa jeda koreksi yang berarti. Kondisi ini membuat banyak masyarakat ragu untuk membeli emas di tengah harga yang dinilai sudah sangat mahal.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan bahwa lonjakan harga emas saat ini terjadi secara berkelanjutan dan cukup mengejutkan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga emas bahkan sudah dijual di atas Rp3 juta per gram di sejumlah daerah.
“Situasi ini membuat masyarakat bimbang. Di satu sisi emas terus naik, tapi di sisi lain harganya sudah sangat mahal untuk memulai pembelian,” ujar Gunawan, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, kenaikan harga emas juga berdampak pada pedagang. Tidak sedikit pedagang emas yang justru memilih menahan stok karena khawatir terhadap risiko koreksi harga.
“Ketika harga naik terlalu tinggi, pedagang akan sangat berhati-hati. Kalau pun ada yang berani membeli di harga mahal, mereka cenderung memasang margin yang tinggi untuk mengantisipasi risiko penurunan,” jelasnya.
Akibatnya, lanjut Gunawan, harga emas di pasar menjadi sangat beragam dan bahkan bisa jauh lebih mahal dibandingkan harga konversi emas dunia ke dalam Rupiah.
Menghadapi kondisi tersebut, Gunawan memberikan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat. Bagi yang baru ingin memulai investasi emas, ia menyarankan untuk memilih emas batangan dibandingkan emas perhiasan.
“Pastikan juga dana yang digunakan adalah excess fund, yaitu dana yang benar-benar tidak terpakai. Jangan menggunakan dana kebutuhan atau dana yang sewaktu-waktu akan dipakai,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta mencermati dinamika politik dan ekonomi global. Menurut Gunawan, memburuknya kondisi ekonomi dan meningkatnya tensi geopolitik biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas, namun kondisi sebaliknya juga dapat menekan harga.
“Bagi yang belum punya emas, informasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan waktu membeli. Sementara bagi yang sudah memiliki emas, ini bisa menjadi dasar untuk menentukan apakah akan menambah, menyimpan, atau menjual,” katanya.
Untuk kondisi saat ini, Gunawan menilai harga emas masih berada dalam sentimen positif seiring meningkatnya ketidakpastian global. Oleh karena itu, ia merekomendasikan strategi hold atau menyimpan bagi masyarakat yang sudah memiliki emas.
“Harga emas masih dinaungi kabar baik di tengah gejolak politik dan ekonomi dunia. Jika tensi geopolitik dan geoekonomi semakin memburuk, bahkan mendekati risiko perang dunia ketiga, peluang harga emas untuk terus naik masih terbuka,” pungkasnya. (id09)










