Ekonomi

Harga Emas Meroket, Bukti Ekonomi Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Harga Emas Meroket, Bukti Ekonomi Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Dalam dua tahun terakhir, harga emas dunia alami kenaikan yang signifikan. Bahkan bisa dibilang harga emas dunia naik tanpa mengalami koreksi yang tajam selama dua tahun terkahir.

“Saya melihat tren kenaikan harga emas telah dimulai sejak Februari 2024, dan berlangsung hinga hari ini. Harga emas dunia pada Februari 2024 ditransaksikan di kisaran $1.974 per ons. Dan pada hari ini harga emas ditransaksikan di kisaran $4.950 per ons troy, atau naik sekitar 2.5 kali (151%),” ujar Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Jumat (23/1/2026).

Gunawan menyebutkan, kenaikan harga emas tersebut menjadi kabar baik bagi mereka yang memegang emas sebagai instrumen investasinya. Namun di balik kemilau harga emas menyisakan kekhawatiran bahwa kondisi ekonomi saat ini tengah memburuk. Karena sejarah membuktikan bahwa di saat terjadi gejolak ekonomi, harga emas berada dalam tren naik.

Menurutnya ada banyak hal yang membuat harga emas meroket belakangan ini. Meningkatnya tensi geopolitik menjadi pemicu utama kenaikan harga emas. Setelah perang Rusia – Ukraina, tensi geopolitik alami peningkatan akhir-akhir ini. Seperti memburuknya hubungan politik antara AS dengan Rusia, China dengan AS dan Taiwan, Israel dan AS dengan Iran, AS dengan NATO, Arab Saudi dengan Yaman, AS dengan Venezuela, AS dengan sejumlah negara Amerika latin, hingga Kamboja dengan Thailand.

Tidak berhenti disitu, lanjutnya, tensi geopolitik yang memburuk juga merembet ke masalah ekonomi seperti perang tarif antara AS dengan NATO. Padahal sebelumnya ekonomoi global juga mendapatkan tekanan dari AS yang memberlakukan kebijakan keniakan tarif terhadap mitra dagangnya termasuk Indonesia. Dan muara dari gejolak politik dan ekonomi tersebut menggiring dunia diambang pertikaian. Dan kian dekat dengan resiko perang dunia ketiga.

“Tidak sulit bagi siapapun untuk memilih instrumen yang tepat menyimpan kekayaannya. Dan pada akhirnya membuat emas menjadi primadona dan banyak diburu saat ini. Di saat masyarakat dunia dikhawatirkan dengan isu perang dan ketidakpastian kondisi ekononomi kedepan. Maka hal yang paling umum untuk membenamkan kekayaannya dalam instrumen yang bersifat universal,” ujarnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE