MEDAN (Waspada.id): Harga gula pasir di Sumatera Utara (Sumut) mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan harga gula pasir di Kota Medan berada di kisaran Rp250 hingga Rp750 per kilogram.
Di Pasar Brayan, harga gula pasir yang sebelumnya dijual Rp17.250 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp18.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi di Pasar Petisah, Pasar Aksara, dan Pusat Pasar Medan, dengan rentang kenaikan antara Rp250 hingga Rp500 per kilogram.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kenaikan harga gula pasir tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor, mulai dari potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga adanya gangguan pasokan di dalam negeri.
“Dua pabrik penghasil gula pasir di Sumut, yakni Sei Semayang dan Kuala Madu, diproyeksikan baru akan memulai proses produksi pada akhir Januari. Bisa saja saat ini pasokan gula pasir sedang berada di titik terendah,” ujar Gunawan yang juga sebagai Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Kamis (15/1/2026).
Meski demikian, Gunawan menegaskan masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap kenaikan harga gula pasir saat ini. Menurutnya, peluang harga kembali normal atau bahkan turun cukup besar dalam waktu dekat.
“Pada dasarnya konsumen tidak perlu mengkhawatirkan kenaikan harga gula pasir saat ini, apalagi jika dikaitkan dengan potensi kenaikan hingga Februari. Ada peluang penambahan pasokan yang dapat menekan harga dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Gunawan meyakini kenaikan harga gula pasir yang terjadi dalam sepekan terakhir berpotensi sudah terhenti. Ia memperkirakan penambahan pasokan akan mulai terasa setidaknya dalam kurun waktu empat bulan mendatang.
Selain gula pasir, Gunawan juga mengingatkan adanya sejumlah komoditas pangan lain yang perlu diwaspadai menjelang bulan Ramadhan. Salah satunya adalah cabai, yang diproyeksikan berpotensi mengalami kenaikan harga.
“Produksi cabai di salah satu sentra utama di Kabupaten Batubara diperkirakan akan menurun. Sumut berpotensi kehilangan produksi hingga 80 ton per hari pada Februari mendatang,” katanya.
Sementara itu, untuk komoditas beras, Gunawan memproyeksikan harga akan bergerak stabil seiring dengan dimulainya musim panen raya pada Januari ini. Dengan demikian, pasokan beras diperkirakan akan sangat mencukupi selama Ramadhan hingga Idulfitri.
“Untuk minyak goreng, saya perkirakan juga relatif stabil meskipun harga CPO dunia sempat mengalami lonjakan. Sedangkan pasokan daging ayam dan daging sapi diproyeksikan masih dapat disesuaikan dengan tingkat permintaan,” tambahnya.
Gunawan menilai secara umum pasokan kebutuhan pangan masyarakat di Sumatera Utara akan tetap terkendali, selama tidak terjadi lonjakan signifikan pada bahan baku produksi maupun gangguan cuaca ekstrem.
“Saya melihat pasokan pangan masih relatif aman setidaknya hingga Maret atau periode Idulfitri mendatang,” pungkasnya. (id09)










