Ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Siapkan Tambahan Subsidi BBM

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Siapkan Tambahan Subsidi BBM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah membuka peluang menambah anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) apabila lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah akan tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat.

“Negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, untuk BBM subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari investor.id, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga pasokan energi nasional. Salah satunya dengan mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke Amerika Serikat dan negara-negara di Asia Tenggara.

Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia selama ini lebih banyak mengimpor minyak mentah (crude) dari Timur Tengah, sementara produk BBM jadi diperoleh dari negara-negara Asia Tenggara serta produksi dalam negeri.

“Industri kita jalan terus dan impor tidak ada masalah. Dari Timur Tengah kita hanya impor crude, sementara minyak jadi banyak dari Asia Tenggara dan produksi domestik,” jelasnya.

Meski harga minyak dunia sempat menembus US$100 per barel, Bahlil memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi setidaknya hingga perayaan Eid al-Fitr tahun ini.

“Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan Hari Raya Idulfitri, Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa,” tegasnya.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang dengan mendorong pengembangan sumber energi alternatif. Salah satu yang tengah dipacu adalah energi berbasis nabati sebagai pengganti energi fosil.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara United States–Israel dan Iran, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi harga energi.

Bahlil juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Ia memastikan stok BBM nasional masih mencukupi untuk kebutuhan 21 hingga 25 hari ke depan.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan sinyal krisis energi, melainkan terkait keterbatasan kapasitas fasilitas penyimpanan (storage) energi di dalam negeri.

Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan energi yang mampu menampung cadangan hingga tiga bulan ke depan. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE