Ekonomi

Harga Minyak Naik, Rupiah Sentuh 17.000 Per Dolar AS

Harga Minyak Naik, Rupiah Sentuh 17.000 Per Dolar AS
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tren kenaikan dalam perdagangan Asia. Minyak jenis Brent tercatat naik ke level US$106,3 per barel. Namun, kenaikan tersebut tidak diikuti respons signifikan dari harga emas yang justru cenderung melemah tipis meski masih bertahan di kisaran US$4.571 per ons troy.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai pergerakan emas saat ini lebih dipengaruhi faktor teknikal dibanding sentimen global.

“Harga emas terlihat mengalami koreksi teknikal dan masih kesulitan menembus level psikologis US$4.600 per ons troy, atau sekitar Rp2,5 juta per gram,” ujarnya, Selasa (31/3) sore.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.990 per dolar AS, setelah sempat menyentuh Rp17.030 per dolar AS pada sesi perdagangan. Secara teknikal, Rupiah kerap berbalik arah saat mendekati level psikologis Rp17.000.

Menurut Gunawan, kondisi tersebut mengindikasikan adanya peran aktif otoritas moneter. “Ada indikasi kuat Bank Indonesia melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas Rupiah agar tidak menembus level 17.000, yang memiliki dampak psikologis besar di pasar,” jelasnya.

Pelemahan Rupiah turut memberikan tekanan terhadap pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menguat hingga level 7.155, akhirnya ditutup melemah 0,61% di posisi 7.048,22, seiring sentimen negatif global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Mayoritas bursa saham Asia juga tercatat ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BUMI, ANTM, BBNI, dan ASII menjadi penekan utama IHSG.

Gunawan menambahkan, pelaku pasar saat ini masih akan mencermati pergerakan Rupiah, khususnya jika bertahan di atas level Rp17.000 per dolar AS. “Jika Rupiah konsisten berada di atas 17.000, ini bisa memicu kekhawatiran investor dan menjadi sentimen negatif lanjutan bagi pasar keuangan nasional,” katanya.

Ia menegaskan bahwa stabilitas Rupiah menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan investor. Namun, tantangan ke depan dinilai cukup berat karena tekanan lebih banyak berasal dari faktor eksternal, seperti kenaikan harga energi dan eskalasi konflik global. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE