Ekonomi

Harga Minyak Turun Tipis, Rupiah Dan Emas Menguat Terbatas

Harga Minyak Turun Tipis, Rupiah Dan Emas Menguat Terbatas
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami penurunan tipis pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Penurunan tersebut turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia, meski penguatannya masih relatif terbatas.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, harga minyak jenis WTI saat ini diperdagangkan di kisaran 95 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent berada di sekitar 102 dolar AS per barel. Penurunan harga minyak ini dinilai menjadi kabar baik bagi pasar keuangan.

“Turunnya harga minyak mentah memberikan ruang bagi pasar keuangan untuk bergerak lebih positif. Namun penguatan yang terjadi masih terbatas karena pelaku pasar tetap berhati-hati melihat situasi global,” ujar Gunawan, Selasa (17/3).

Menurutnya, kehati-hatian tersebut dipicu oleh libur panjang Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi yang membuat aktivitas pasar cenderung menurun. Selain itu, ketegangan geopolitik akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga menjadi faktor yang membuat investor menahan diri.

“Pelaku pasar cenderung tidak berani mengambil risiko besar di tengah sentimen geopolitik yang masih memanas. Apalagi periode libur panjang biasanya membuat likuiditas pasar menurun,” jelasnya.

Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan hari ini tercatat menguat ke level 7.074. Penguatan tersebut mengikuti tren mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga bergerak di zona hijau.

Sementara itu, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan terbatas ke posisi sekitar Rp16.970 per dolar AS. Di saat yang sama, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun terpantau mengalami penurunan seiring dengan melemahnya harga minyak dunia.

“Penurunan imbal hasil obligasi AS ikut membantu stabilitas pasar keuangan global, termasuk memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat walau masih tipis,” kata Gunawan.

Di sisi lain, harga emas dunia juga tercatat naik tipis dan diperdagangkan di kisaran 5.025 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,75 juta per gram.

Gunawan menambahkan, pasar mulai memunculkan harapan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) berpotensi memangkas suku bunga acuannya jika tekanan inflasi mereda, salah satunya dipengaruhi oleh penurunan harga energi.

“Meski masih terlalu dini untuk memastikan adanya kebijakan moneter yang lebih longgar, penurunan harga minyak saat ini menjadi katalis positif bagi harga emas,” pungkasnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE