Ekonomi

IHSG Dan Rupiah Ditutup Menguat

IHSG Dan Rupiah Ditutup Menguat
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Pergerakan pasar keuangan domestik pada perdagangan hari ini ditutup di zona positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan, sementara nilai tukar rupiah juga menunjukkan kinerja membaik di tengah dinamika pasar global.

IHSG sempat menguat hingga menyentuh level 7.499 pada sesi perdagangan, namun laju kenaikannya perlahan melambat menjelang penutupan pasar. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat turun ke posisi terendah di level 7.372 sebelum akhirnya ditutup menguat 1,41 persen di level 7.440,913.

Penguatan IHSG sejalan dengan kinerja mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga bergerak di zona hijau. Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan indeks, di antaranya BUMI, BBCA, BMRI, ANTM, ENRG hingga MEDC.

Saham-saham sektor energi dan pertambangan menjadi yang paling diuntungkan pada perdagangan hari ini seiring kenaikan harga komoditas energi seperti minyak mentah dan batu bara.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai penguatan sektor energi masih menjadi penopang utama pergerakan pasar saham domestik.

“Penguatan saham-saham energi tidak terlepas dari kenaikan harga komoditas global, khususnya minyak mentah dan batu bara. Meskipun di sisi lain kenaikan harga minyak dunia juga berpotensi memberi tekanan terhadap pasar keuangan,” ujarnya.

Di pasar valuta asing, rupiah juga menunjukkan kinerja positif. Mata uang Garuda pada perdagangan hari ini, Selasa (10/3) ditransaksikan menguat di kisaran Rp16.855 per dolar Amerika Serikat.

Menurut Gunawan, penguatan rupiah dipicu oleh sentimen global, terutama memburuknya sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang memicu pelemahan dolar AS.

“Sentimen dari melemahnya sejumlah indikator ekonomi AS membuat dolar kehilangan tenaga. Hal ini memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat, ditambah dengan koreksi harga minyak mentah dunia yang turut membantu stabilitas pasar keuangan,” jelasnya.

Sementara itu, harga emas dunia melanjutkan tren kenaikan dan ditransaksikan di kisaran USD 5.185 per ons troy atau setara sekitar Rp2,82 juta per gram.

Kenaikan harga emas terjadi di tengah dinamika geopolitik global, terutama setelah Presiden Amerika Serikat menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri konflik di Iran. Namun pernyataan tersebut mendapat respons bahwa Iran sendiri yang akan menentukan kapan konflik tersebut benar-benar berakhir.

Gunawan menambahkan, kondisi ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang menjaga harga emas tetap tinggi.

“Selama ketegangan geopolitik masih terjadi dan ketidakpastian global belum mereda, emas akan tetap menjadi aset lindung nilai yang diburu investor,” pungkasnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE